Beranda Berita Basarah: Mengubah Azan dengan Hayya Alal Jihad Itu Bid’ah

Basarah: Mengubah Azan dengan Hayya Alal Jihad Itu Bid’ah

38
0

Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah mengatakan, Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengubah kata-kata dalam azan sejak nabi akhir zaman itu menerima wahyu diturunkannya perintah berazan sebelum salat wajib lima waktu

“Sejak menerima wahyu tentang azan, Nabi Muhammad SAW tak pernah mengubah redaksi azan. Rasulullah SAW memang pernah menambah redaksi azan, tapi itu saat terjadi cuaca ekstrem, misalnya hujan deras dan angin kencang, yang intinya memberitahu ummat agar shalat di rumah masing-masing. Tapi, Nabi tidak pernah mengganti redaksi azan dengan kata jihad,” jelas Ahmad Basarah.

Menurut Sekretaris Dewan Penasihat PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini, lafal azan yang diterima umat Islam sedunia adalah seperti yang dikumandangkan di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. “Jika ada orang mengubah lafal azan, misalnya menambah kalimat hayya alal jihad, itu bertentangan dengan azan di dua masjid suci di Arab Saudi itu. Mereka berarti sudah membuat ajaran baru yang tidak diajarkan dalam Islam,” tegas Ahmad Basarah.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, kalimat demi kalimat yang terdapat dalam azan adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan dalam mimpi sahabat bernama Abdullah bin Zaid.

Berdasarkan kisah turunnya wahyu azan, Ahmad Basarah menegaskan bahwa sesuai keyakinan umat Islam di seluruh dunia, kalimat-kalimat dalam azan itu adalah seperti yang sering diperdengarkan di masjid-masjid di Indonesia dan masjid-masjid di seluruh dunia, termasuk Masjid Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

“Jadi, kalau ada yang mengubahnya dengan hayyal alal jihaad, itu pasti sudah mengubah ajaran Islam. Itu bid’ah,” jelas Wakil Ketua Lazisnu PBNU itu.

Menurut Ahmad Basarah, jika ada sekompok orang yang mengubah lafal azan menjadi “hayya alal jihad”, sebaiknya mereka hentikan. Apa yang mereka lalukan itu hanya akan berakibat memecah belah umat Islam.

“Apakah mereka sudah menodai agama Islam, saya mengembalikannya kepada umat Islam Indonesia, bahkan umat Islam dunia. Mari kita tanya, apakah mereka rela syariat agama mereka diubah-ubah? Selama ini umat Islam sedunia bersatu dalam syariat dan keyakinan atau tauhid. Jika pun ada perbedaan mazhab fiqih, itu pasti didasari oleh dalil masing-masing. Nah, khusus soal azan, semua umat Islam sedunia selama ini sudah sepakat. Dengarkan saja azan di dua masjid suci di Arab Saudi,” jelas Ahmad Basarah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here