Beranda Uncategorized Bupati Sugiri Berharap Ekonomi Masyarakat Berputar Lancar

Bupati Sugiri Berharap Ekonomi Masyarakat Berputar Lancar

16
0

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko meresmikan pasar tradisional Bantengan yang berada di Desa Mojorejo Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo pada Kamis (9/12/2021). Peresmian yang selalu ramai setiap hari Wage, Legi, dan Pon ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan kentongan di hadapan tamu undangan dan pedagang pasar. Bupati Sugiri mengatakan, dengan pengaktifan pasar tradisional desa atau pasar krempyeng yang sesuai dengan program PPK mampu ditiru oleh desa-desa lainnya.

“Terima kasih atas dimulainya pasar krempyeng, mudah-mudahan di desa lainnya juga ada. Entah di Minggu pagi, Pahing, Legi atau apa biar ekonomi jalan di bawah,” ucapnya usai meresmikan pasar.

Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu juga bercerita bahwa pengaktifan pasar krempyeng ini sesuai dengan pikiran ekonomi kerakyatan ke bawah, yang mana pada zaman dulu pasar krempyeng ada di mana-mana. Maka dari itu, dirinya merasa bersyukur dan bangga.

“Ini klop dengan pikiran ekonomi kerakyatan ke bawah. Zaman kita kecil pasar krempyeng hampir di mana-mana ada, tapi karena sudah terseret peradaban akan nengah ke kota dan ini kembali ke desa,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga berharap akan terjadi perputaran uang di tingkat bawah semakin tinggi, sehingga mampu mengangkat dan meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian masyarakat desa.

“Selain itu, akan kita dorong semua desa untuk membuka pasar desa, sehinga akan menguatkan ekonomi masyarakat bawah,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojorejo, Hermanto, mengatakan ada 86 lapak pedagang yang pembangunanya memakan waktu hanya dalam 2 minggu. Anggaran sudah terpenuhi dari dana desa Rp 80 juta. Pasar yang juga dijuluki Pasar Pring lantaran dibangun memakai bambu ini ditempati pedagang yang berasal dari Desa Mojorejo, Desa Karanggebang, Desa Tegalsari, dan sekitarnya.

“Anggaran dari dana desa dan sampai saat ini belum pernah memungut kepada pedagang dan material yang dipergunakan sementara baru dari bambu. Siapa tahu nanti diparingi atap, namun pemdes tetap siap memperbaiki lapak,” ujar Hermanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here