Beranda Berita Calon Kepala Daerah Langgar Protokol Covid-19 Diusulkan Diskualifikasi

Calon Kepala Daerah Langgar Protokol Covid-19 Diusulkan Diskualifikasi

45
0

Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait meminta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk membuat aturan yang lebih ketat dalam penyelenggaraan pilkada di masa pandemi covid-19. Ia mengusulkan sanksi diskualifikasi bagi peserta pilkada yang melanggar protokol kesehatan.

Maruarar Sirait berpendapat, kesehatan harus diutamakan. Karena, hukum tertinggi adalah keselamatan warga negara, sedangkan ekonomi dan politik bisa diatasi setelahnya.

“Tolonglah kalau berikan sanksi, jangan sanksinya disekolahin atau ditunda pelantikannya. Kalau bagi calon kepala daerah yang tidak disiplin terhadap protokol kesehatan, karena mereka akan jadi pemimpin bangsa, sanksinya yang tegas. Usul kami dari KSDI, misalnya, didiskualifikasi di awal bagi yang melakukan pelanggaran berat,” kata Maruarar Sirait

Maruarar Sorait mengatakan, Pada tahap pendaftaran saja, banyak cakada yang terpapar covid-19. Pilkada juga bukan hanya digelar di satu wilayah, tetapi ada 270 daerah da nada 305 kabupaten lainnya berpotensi terdampak.

“Kalau pakai angka 5 persen saja, ada 5 juta potensi yang akan terpapar positif,” ujar Maruarar Sirait

Presiden Joko Widodo telah menegaskan kesehatan diprioritaskan di atas ekonomi, politik, dan lainnya. Maka seluruh aturan seharusnya dapat sejalan dengan yang telah diputuskan Presiden.

“Di sini semua adalah berpikir untuk jangka panjang pasti, preventif pasti, yang tidak menaati protokol kesehatan diberikan sanksi yang tegas di depan, bukan diberikan sanksi di akhir dan lain sebagainya,” ujar Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here