Beranda Berita Jadi Mensos, Karakter Risma Dinilai Tak Akan Berubah

Jadi Mensos, Karakter Risma Dinilai Tak Akan Berubah

43
0

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai, karakter Tri Rismaharini (Risma) tidak akan berubah, meski dia saat ini memimpin Kementerian Sosial . Menurutnya, posisi Risma sama-sama tetap sebagai anak buah Presiden, hanya di level yang berbeda.

“Waktu dia sebagai wali kota tetap dia kepanjangan tangan dari pusat. Apalagi, Risma dan Pak Jokowi sama-sama kader PDIP, jadi sudah pasti keduanya akan gotong royong menyukseskan pemerintahan,” ujarnya

Fadhli meyakini, karakter Risma sulit berubah, ia akan tetap terlihat tegas dan keras, cerewet, tanpa pandang bulu, bahkan sisi ’emosionalnya tetap melekat dalam ‘mengamankan’ semua kebijakan dan program yang diputuskan di kementeriannya.

Analis politik asal UIN Jakarta ini tetap mendorong agar Risma tak berubah watak dan karakternya. Apalagi menurutnya, Risma sekarang memimpin sebuah kementerian yang memiliki beban citra negatif karena eks menterinya, Juliari P Batubara, tersandung kasus bantuan sosial (bansos).

“Bansos ini jadi sorotan, dia (Risma) juga dibekali anggaran yang tidak sedikit. Jadi memang dibutuhkan orang seperti Risma. Maka sejak awal kabinet reshuffle diumumkan Jokowi, yang kira-kira pas sama posisi ya Risma. Kalo yang lainnya (menteri baru) masih kita uji sama-sama. Maka benar simbol jaket biru (dikenakan menteri baru) itu untuk ingatkan mereka supaya nggak berubah jadi warna oranye,” pungkas dia.

Terpisah, Dosen Ilmu Politik UIN Jakarta Bakir Ihsan mengatakan, karakter personal itu sudah merupakan habit yang sukar untuk diubah. Ia akan selalu hadir kapan dan di manapun. Hal ini dikatakan Bakir untuk membaca karakter Risma yang pekan lalu resmi menjadi Menteri Sosial (Mensos).

Menurut Bakir, dalam konteks jabatan Risma sebagai Mensos tentu karakter tersebut akan terbatasi sebatas kewenangannya di kementerian yang dipimpinnya. “Dari segi wewenang Mensos lebih terbatas dibandingnya dengan posisinya yang sebagai wali kota yang bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap pengembangan sebuah wilayah,” jelasnya

Sehingga, lanjut Bakir, Risma nantinya bisa menginspeksi bahkan mungkin memberi sanksi pada bagian yang dianggap menghambat terhadap pengembangan wilayahnya. Dia memprediksi, karakter Risma akan tetap terbaca dalam konteks wewenangnya di Kemensos, sementara dalam konteks lainnya sudah ada kapling kementerian masing-masing.

“Jadi ketegasan atau karakter kepemimpinannya tetap akan bertahan sebatas wewenangnya sebagai Mensos,” tegas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here