Beranda Berita Jalan Umum Rusak akibat Truk Sawit, Bupati Kubar FX Yapan Minta Perusahaan...

Jalan Umum Rusak akibat Truk Sawit, Bupati Kubar FX Yapan Minta Perusahaan Bikin Jalan Sendiri

22
0

Bupati Kutai Barat FX Yapan tak bisa menyembunyikan rasa kekesalannya terhadap pihak perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kutai Barat.

Pasalnya, menurut FX Yapan, pihak perusahaan sawit tersebut sama sekali tidak punya kontribusi terhadap kerusakan jalan raya yang diakibatkan ulah truk angkutan tandan buah sawit (TBS) dan truk tangki CPO berkapasitas puluhan ton.

“Kita ini lelah sudah beberapa kali memperbaiki jalan itu. Tiap tahun dilakukan rapat beberapa kali dengan pihak kelapa sawit, dengan tim juga dari Polres, Dandim untuk ngomong ke mereka (perusaan kelapa sawit),” kata FX Yapan, Sabtu (20/3/2021).

Selain itu, kekesalan orang nomor satu di Kutai Barat ini juga memuncak setelah perjanjian kesepakatan bersama dan MoU antara pemerintah daerah dengan pihak perusahaan kelapa sawit terkesan tidak dihiraukan.

Bahkan pihak perusahaan kelapa sawit justru terkesan cuek dengan kerusakan jalan umum padahal ulah truk sawit mereka.

Menurut Politisi PDIP itu ketika dilayangkan teguran oleh pihaknya justru berlindung di balik peraturan izin penggunaan jalan umum.

“Tapi tetap tidak bisa diberi sanksi, karena kewenangan dari provinsi,” ujar FX Yapan.

Dia pun menegaskan untuk melakukan langkah tegas dan meminta pihak perusahaan kelapa sawit untuk membangun badan jalan sendiri jika tidak berkontribusi terhadap perbaikan jalan rusak.

“Akan mengambil sikap tegas terhadap pengusaha sawit. Salah satunya meminta mereka membangun jalan sendiri paling lambat dua tahun ke depan. Selain itu pemerintah juga akan mengevaluasi analisi dampak lingkungan (amdal) serta analisis dampak lalu lintas (Andalalin) dari seluruh perusahaan,” tuturnya.

FX Yapan juga meminta wartawan ikut mengabarkan kondisi yang terjadi.

Sebab Pemerintah Kabupaten Kubar sudah hampir menyerah dengan perusahaan penghasil minyak goreng tersebut.

Apalagi saat ini anggaran pemerintah makin terbatas untuk pembangunan infrastruktur lantaran sebagian besar dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Nah ini media harus juga membantu saya. Jalan raya kita rusak dihajar perusahaan sawit itu, adakah kalian tulis itu? Mulai dari dalam kota sampai ke Besik sana. Lubang di mana-mana, yang korban jatuh berapa. Ada kah kalian tulis? Tidak ada,” ucap mantan Ketua DPRD Kubar tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here