Beranda Berita Legislator Soroti Pengelolaan Limbah Oleh KLHK

Legislator Soroti Pengelolaan Limbah Oleh KLHK

71
0

Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia menyoroti persoalan tata kelola limbah yang terbengkalai. Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, terdapat limbah medis dan limbah rumah tangga di sepanjang bantaran kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), dekat pembangunan Tol Cibitung-Cilincing, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Untuk itu, ia mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk serius dalam menangani hal ini.

“Saya menyaksikan lewat media massa soal adanya limbah di pinggir tol di Kabupaten Bekasi. Saya berharap Bu Menteri (Siti Nurbaya, red), tolong agak serius mendorong anggaran terkait limbah. Bagaimana Covid mau berhenti kalau sampah medisnya tidak tahu akan diapakan karena anggarannya juga kecil. Kalau bisa tolong lebih balance lah,” tegas Kiky, sapaan Riezky

Politisi PDI-Perjuangan itu menjelaskan persoalan tata kelola limbah ini tidak boleh menjadi potensi masalah baru. Apalagi, jika dibiarkan tanpa penanganan akan mencemari lingkungan sekitar dan merusak kesehatan masyarakat.

“Masalah limbah ini jangan sampai menjadi permasalahan baru. Nanti ini limbah di dalam negeri juga belum terkontrol, tiba-tiba ada yang dikirim lagi. kan ini jadi repot,” terang Kiky.

Saat ini, isu kerusakan lingkungan hidup dan kehutanan menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Mulai dari permasalahan banjir, longsor, konservasi satwa, alih fungsi lahan, dan lainnya. Namun ia berharap Menteri hingga Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (Dirjen PSLB3) KLHK lebih serius menangani pengelolaan limbah ini, sehingga tidak menjadi permasalahan baru di tengah pandemi Covid-19.

“Komisi IV DPR RI telah membicarakan berbagai permasalahan, akan tetapi jangan sampai mengesampingkan masalah limbah ini, yang kemungkinan menimbulkan dampak negatif sangat besar apabila tidak segera ditanggulangi,” pungkasnya.

Dalam rapat kerja yang membahas refocusing dan realokasi belanja KLHK Tahun 2021, Menteri KLHK Siti Nurbaya memaparkan akan mengalokasikan Rp2,603 triliun untuk membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim.

Rencananya, ada program kerja yang berorientasi pada pembangunan fasilitas pengelolaan limbah B3 dan penguatan sistem peringatan dini bencana baik alam dan nonalam.

Sementara terkait refocusing dan realokasi anggaran KLHK guna mendukung penanganan dampak pandemi Covid-19, Kiky menegaskan agar anggaran program KLHK yang tidak memiliki dampak signifikan, dialihkan untuk program yang memiliki nilai urgensi tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here