Beranda Berita Pasien Positif Covid-19 di Semarang Turun, Tiga Tempat Isolasi Ditutup

Pasien Positif Covid-19 di Semarang Turun, Tiga Tempat Isolasi Ditutup

22
0

Kasus positif Covid -19 di Kota Semarang terus mengalami penurunan. Penerapan PPKM Darurat dan PPKM Level 4 dinilai efektif menekan angka penularan. Melihat kondisi ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menutup beberapa tempat isolasi mulai pekan ini.

Hendi, sapaan akrab wali kota menjelaskan, jika 12 hari pasca Idul Adha, angka positif Covid-19 di Semarang saat ini sudah menurun drastis. Setidaknya, ada tiga tempat isolasi yang ditutup, yaitu isolasi terpusat UIN Walisongo, Islamic Centre, dan Wonolopo.

“Yang pasti ditutup tempat isolasi di UIN Walisongo Semarang, hari ini ditutup. Kemudian Gedung Islamic Centre pasti ditutup. Terus kawasan Unimus di Wonolopo, Mijen juga pasti ditutup,” kata Hendi saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Balai Kota Semarang, Senin (2/8/2021) kemarin.

Kapasitas tempat karantina atau isolasi terpusat yang dikelola Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang di angka 600 tempat tidur. Sementara jumlah warga yang melakukan isolasi mandiri sekitar 300 orang, sehingga dipastikan bisa mencukupi jika dipindahkan ke tempat isolasi terpusat.

“Warga akan kita paksa untuk isolasi terpusat. Tujuannya, supaya penanganannya jauh lebih mudah. Pemberian obat dan kontrolnya tepat. Kemudian saat isolasi mereka tidak menularkan kepada yang sehat,” jelasnya.

Dengan cara ini, lanjut Hendi, kontrol dan perawatan akan lebih mudah, dan tidak ada potensi menularkan kepada anggota keluarga atau lainnya. Rencananya, Pemerintah Kota Semarang akan mulai menjemput warga yang isolasi mandiri untuk dibawa ke karantina mulai Selasa (3/8/2021) hari ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here