Beranda Berita Pemerintah Harus Ingat Kembali dari Ketidakpastian Akses Haji

Pemerintah Harus Ingat Kembali dari Ketidakpastian Akses Haji

42
0

Indonesia harus mengambil pelajaran terkait ketidakpastian kuota haji. Dengan begitu, penangan pandemi Covid-19 harus lebih maksimal.

“Rata-rata negara yang bisa (menangani pandemi Covid-19) itu karena mereka memang disiplin ya, tingkat disiplinnya tinggi,” kata Ketua Panitia Kerja (Panja) Haji 2021 Komisi VIII Diah Pitaloka di Jakarta, Selasa, (01/06).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menyampaikan bahwa penangan pandemi virus Corona agak mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat menjalankan protokol kesehatan cukup rendah.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk ketat dalam urusan penanganan Covid-19 tapi dilihat masyarakat santai-santai aja untuk disiplin prokes,” ungkap Diah.

Diah mengakui bahwa untuk mengatur masyarakat tidak gampang. Apalagi jumlah penduduk Indonesia cukup besar. Namun, hal itu harus dilakukan agar Indonesia bisa menghadapi pandemi Covid-19.

“Tentu kita ingin ya masyarakat lebih disiplin,” tambah Diah.

Selain itu, pemerintah dan penyelenggara juga diminta agar mengawasi secara ketat pelaksanaan haji atau umroh. Jangan sampai temuan jemaah asal Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19 di Arab Saudi terulang.

Diah menceritakan pengalaman itu pernah terjadi saat ibadah umroh beberapa waktu lalu. Sejumlah jemaah asal Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19 saat menjalani tes di Arab Saudi.

“Nah mungkin itu juga menjadi referensi penilaian (Arab Saudi memberikan kuota penyelenggaraan haji),” sebut Diah.

Diah kembali menegaskan bahwa penanganan pandemi dan keseriusan penyelenggara ibadah haji dan umrah sangat dibutuhkan. Sebab, akan berpengaruh terhadap penilaian Arab Saudi dalam memberikan kuota haji dan umrah.

“Gak cuma di Arab Saudi, tapi juga di negara lain,” tambah Diah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here