Beranda Berita Penerapan Aplikasi Pedulilindungi diminta Tidak Kaku dan Harus Fleksibel

Penerapan Aplikasi Pedulilindungi diminta Tidak Kaku dan Harus Fleksibel

16
0

Hingga kini masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses ruang publik lantaran tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Hal itu antara lain karena sebagian masyarakat tidak memiliki smartphone, terkendala batasan kuota internet, atau bahkan gagap teknologi (gaptek).

Seperti diketahui, penggunaan smartphone menjadi alat utama untuk mengunduh aplikasi digital PeduliLindungi, yang kini menjadi persyaratan banyak hal bagi masyarakat di masa pandemi covid-19, termasuk mengakses ruang publik.

Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo meminta penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat untuk memasuki tempat publik tidak diterapkan secara kaku.

Ia berpandangan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi sudah sangat baik, tetapi ia mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki smartphone, sehingga tidak bisa menggunakan aplikasi tersebut.

Politikus PDI Perjuangan itu mengingatkan, jangan sampai warga tidak dapat mengakses tempat publik hanya karena tidak memiliki smartphone.

Ia mengatakan, penerapan aplikasi PeduliLindungi hendaknya menyesuaikan kondisi masyarakat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here