Beranda Berita Resesi Ekonomi dan Kepercayaan Publik pada Jokowi

Resesi Ekonomi dan Kepercayaan Publik pada Jokowi

29
0

Indonesia berada di ambang resesi ekonomi akibat pandemic Covid-19, hal tersebut dilihat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun 2020 yang tercatat minus 5,32%. Hal tersebut naik melebihi ekspektasi pemerintah di kisaran 4,3 hingga 4,8%.

Dari kenaikan tersebut, Indonesia dikatakan telah memasuki fase resesi, ditambah lagi perekonomian Indonesia berada di level negative 2 kali. Di kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus 2,41%, kuartal II minus 4,9%. Meskipun demikian pemerintah menilai Indonesia belum mengalami resesi.

Pemerintah optimis kondisi perekonomian Indonesia akan membaik di kuartal ketiga, hal tersebut juga didukung oleh Jokowi yang memerintahkan jajarannya agar mempercepat penyerapan anggaran.

Namun, tidak semua ekonom sepakat dengan optimisme pemerintahan. Didik J Rachbini meyakini Indonesia akan masuk jurang pada kuartal ketiga, pasalnya resesi ekonomi di kuartal kedua 2020 jauh dari ekspektasi.

Kendati demikian, merosotnya kondisi ekonomi ternyata tak berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Jokowi. Menurut survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) pada 29 Juli-1 Agustus 2020, 79% responden percaya Jokowi mampu membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi akibat pandemi.

Hanya 20% yang tidak percaya. Pada survei 20-22 Mei lalu, tingkat kepercayaan pada kemampuan Jokowi menangani krisis ekonomi hanya 69%. Survei Litbang Kompas juga cenderung menunjukkan trend yang sama.

Sebanyak 56,8 persen responden menilai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah telah berdampak positif pada perekonomian masyarakat. Hanya 38,2 persen yang menilai tidak membawa dampak positif.

Kepercayaan publik yang meningkat di tengah kondisi ekonomi yang memburuk dan meluasnya kritik terhadap pemerintah dalam penanganan pandemi bisa dikatakan sebuah anomali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here