Beranda Berita Viral!, Apa Sih Salahnya Surat Pemberitahuan Rekrutmen PKH dari PDIP?

Viral!, Apa Sih Salahnya Surat Pemberitahuan Rekrutmen PKH dari PDIP?

40
0

Belakangan ini, serangan negatif yang dilakukan oleh para oposisi ke partai berhaluan nasionalis, PDIP, seakan tiada habisnya. Tidak hanya secara opini, bahkan secara fisik seperti aksi pembakaran bendera PDIP hingga pemboman kantor PDIP di Bogor juga harus dialami oleh PDIP. “Perjuanganmu akan lebih sulit saat melawan bangsamu sendiri,” begitulah yang dulu Bung Karno pernah katakan untuk generasi kita saat ini, dan ternyata benar, perjuangan PDIP menegakkan nasionalisme memang kian penuh hambatan. Kendatipun begitu, PDIP kini tetap membuktikan kiprahnya sebagai partai pemenang Pemilu hingga saat ini.

Hal inilah mungkin yang membuat oposisi gerah, khususnya bagi mereka yang anti pada misi nasionalismenya PDIP. Baru-baru ini, tokoh influencer oposisi, Enggal PMT melalui twitter pribadinya, membocorkan sebuah surat resmi dari PDIP yang menginstruksikan kepada kader-kadernya untuk mengikuti rekrutmen Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditujukan ke DPC PDI Perjuangan di masing-masing kabupaten/kota.

“Wuuuihhhh dapat mainan apalagi nih?,” begitulah Enggal menulis suratnya, seolah-olah surat yang sifatnya internal itu semata-mata berbau “proyek”. Atau jangan-jangan, Enggal sendiri memang biasa memainkan proyek pemerintah ya? Sehingga ketika melihat surat tersebut, langsung “baper” seolah-olah itu seperti proyekan.

Aneh sebenarnya, apakah Enggal membaca surat itu atau tidak, tapi yang jelas, harus dipahami bahwa isi surat itu sejatinya adalah bersifat “instruksi untuk mengikuti rekrutmen PKH” bukan “instruksi menjadi PKH”, tahu perbedaannya kan?

Jika kita jeli membacanya, sudah jelas tertulis dalam surat tersebut, bahwa kader-kader PDIP diinstruksikan untuk “mengikuti rekrutmen dan seleksi koordinator tersebut” artinya PDIP menginginkan agar para kadernya ikut mendukung pemerintah melalui program tersebut dengan cara “MENGIKUTI SELEKSI” yang artinya, kader-kader PDIP akan tetap mengikuti seleksi, normal sebagaimana peserta lainnya. Mendaftar, menerima nomor peserta, mengikuti ujian dan wawancara, dan jika dinilai layak, maka lulus, jika tidak layak, ya tidak lulus.

Lantas, dimana salahnya jika PDIP meminta kadernya untuk mengikuti rekrutmen PKH dengan jalur normal seperti ini? Toh, tidak ada sepatah katapun dalam surat tersebut yang menyebutkan bahwa para kadernya PDIP akan dibantu kelulusannya oleh PDIP. Jika memang demikian, baru bisa dikatakan menyalah, tapi yang tertulis di surat itu justru hanya sebatas menginstruksikan untuk mengikuti seleksi, hanya sebatas itu.

Tapi yang namanya oposisi, apapun celah pasti dicari salahnya, meskipun harus dipaksakan supaya salah. Beginilah cara berpolitik kita hari ini? Jadi wajar saja, setiap gerakan yang dilakukan oposisi sejauh ini tidak memiliki pengaruh apa-apa dan minim dukungan masyarakat. Karena memang rakyat paham, semua gerakan itu semata-mata hanya berbau politis semata, hanya berlandaskan ketidaksukaan pada PDIP dan Presiden Jokowi. Sementara itu faktanya, PDIP tetap unggul sebagai partai pemenang Pemilu, dan Presiden Jokowi tetap dipilih rakyat untuk lanjut dua periode.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here