Beranda Berita Bambang DH Bersama BRIN Berikan Pelatihan Handycraft untuk Dorong Ekonomi Sirkular

Bambang DH Bersama BRIN Berikan Pelatihan Handycraft untuk Dorong Ekonomi Sirkular

128
0

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang DH bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pelatihan handycraft dari kertas dan plastik pada Rabu (30/11/2022). Acara tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat umum dari Kota Surabaya.

Anggota Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Lis Indriyati, menyampaikan bahwa pelatihan ini berpotensi memberikan dampak yang beragam. Tak hanya baik untuk lingkungan, namun juga menciptakan ekonomi sirkular.

“Dengan pelatihan seperti ini, bisa sedikit mengurangi sampah, kedua bisa menciptakan sirkular ekonomi. Jadi, sampah itu nanti didaur ulang, ada yang memulung, ada yang jadi pelapak, pelapak yang kecil, besar, sampai kepada daur ulang,” ujarnya usai mengisi acara di Hotel Narita Surabaya.

Menurutnya, plastik dan kertas merupakan jenis sampah yang sangat mudah ditemui di masyarakat. Nantinya, ketika masyarakat menemukan plastik dan kertas yang terbuang di lingkungannya, dapat dengan mudah diolah menjadi produk yang bernilai.

“Kita tau bahwa sampah kertas itu banyak, plastik apalagi. Kalau dibuang ke lingkungan, maka akan terdegradasi lama. Kalau kertas, itu bisa masuk ke industri untuk dijadikan produk. Itu akan bagus sekali untuk menambah penghasilan keluarga,” katanya.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi sebuah awal dalam menggerakkan masyarakat untuk berkarya melalui bahan-bahan yang biasa. Perlahan-lahan, peserta pelatihan juga diharapkan dapat menyebarkan ilmu yang didapat kepada komunitas di sekitarnya.

Lebih lanjut, Lis menyampaikan bahwa nantinya masyarakat juga dapat belajar mengenai pemasaran produk secara online. Hal tersebut guna menciptakan nilai ekonomis bagi produk yang dihasilkan.

“Sekarang itu pemasaran kan nggak susah ya, bisa pakai online gitu. Saya lihat beberapa teman-teman yang sudah berproduksi itu pemasarannya melalui online, bisa melalui instagram atau bikin YouTube,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here