Beranda Berita Cegah Wabah Mulut dan Kuku, Bupati Kediri Sebar Petugas Pemantau

Cegah Wabah Mulut dan Kuku, Bupati Kediri Sebar Petugas Pemantau

289
0

INFO NASIONAL – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengintruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) bergerak cepat melakukan pengecekan lalu lintas ternak di Kabupaten Kediri. Pasalnya penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dengan cepat merambah ke berbagai daerah di Jawa Timur.

“Menyikapi temuan kasus PMK pada hewan ternak di Jawa Timur kita minta petugas bergerak mencegah jangan sampai penyakit ini masuk ke Kabupaten Kediri yang berdampak pada peternak kita,” kata Mas Dhito–sapaan untuk Bupati, Selasa, 10 Mei 2022.

Menindaklanjuti instruksi itu, pengecekan dilakukan secara intens di pasar-pasar hewan, Rumah Potong Hewan (RPH) termasuk pengawasan di perbatasan terutama jalan yang menjadi pintu masuknya hewan ternak dari luar daerah. Kandang ternak terutama program Desa Korporasi Sapi turut menjadi prioritas pengawasan.

Ditemui di Pasar Hewan Grogol, Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyampaikan PMK sudah masuk ke Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto. Bahkan kabar terbaru berdasarkan hasil uji laboratorium, PMK juga ditemukan di Malang, Probolinggo dan Pasuruan.

“Yang suspect Jombang dan Kota Surabaya masih menunggu hasil (laboratorium). Jadi ini ketar-ketir kalau ternak di Jawa Timur kena semua, ternak kita tidak boleh keluar dan peternak terdampak sekali, makanya kita jaga jangan sampai muncul kasus di Kediri,” katanya.

PMK disebabkan oleh virus dan menyerang hewan sapi, kambing, domba, unta dan babi. Kecepatan penularan antara 90-100 persen. Penyebaran PMK itu bisa lewat lesi pada kaki dan sela jari maupun air liur hewan yang positif terinfeksi.

Karena itu, selain mengecek bagian mulut dan kaki, petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di kendaraan angkut hewan ternak di Pasar Hewan Grogol. Pasar hewan lainnya di Kabupaten Kediri baik yang dikelola Pemkab Kediri maupun pemerintah desa juga terus dipantau. “Penyemprotan di kandang ternak juga harus dilakukan, makanya kita juga akan menyusun pembagian desinfektan kepada kelompok-kelompok ternak,” kata Tutik.

Meski belum ditemukan kasus hewan terinfeksi PMK di Kabupaten Kediri, lanjut Tutik, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Sebab, bilamana suatu wilayah terdiagnosa PMK, semua ternaknya tidak diperbolehkan keluar daerah.

Dalam kegiatan pengawasan di pasar hewan Grogol, Tutik menyampaikan kepada pedagang dan pengunjung pasar agar bekerja sama dengan pemerintah daerah. Bilamana ditemukan gejala PMK, supaya segera melaporkan kepada petugas untuk dilokalisir.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh petugas peternakan di Kecamatan, seluruh dokter hewan baik yang mandiri maupun yang praktek di dinas untuk mengawasi daerahnya masing-masing,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here