Beranda Berita Dewi Aryani Sebut Faktor Stunting Tak Hanya Dari Kemiskinan

Dewi Aryani Sebut Faktor Stunting Tak Hanya Dari Kemiskinan

112
0

Anggota Komisi IX DPR RI, Dewi Aryani membeberkan empat penyebab utama terjadinya stunting di Kabupaten Brebes dan Tegal, Jawa Tengah.

Keempat faktor tersebut ialah, kemiskinan, penggunaan pupuk kimia dan pestisida, pendidikan dan keempat ialah gaya hidup.

“Salah satu penyebab utama stunting tinggi itu tidak hanya faktor kemiskinan, ada juga dampak penggunaan pestisida atau pupuk kimia yang berlebihan. Hal ini karena dua wilayah ini pertaniannya cukup dominan, seperti bawang, jagung, palawija dan lain sebagainya. Petani saat ini masih mengandalkan pupuk kimia dan pestisida,” Kata Dewi dalam keterangannya kepada Gesuri.id, Senin (3/4).

Bahkan lebih lanjut Dewi menjelaskan ada beberapa universitas yang melakukan penelitian, ternyata ibu-ibu yang tengah hamil yang berkegiatan pertanian lalu menghirup udara dari dampak pupuk kimia dan pestisida menyebabkan stunting.

Tiga, ialah pendidikan yang masih sangat rendah.

‘Pendidikan itu sangat penting, pada saat masyarakat memiliki pendidikan yang tinggi diharapkan pemahaman akan semua informasi yang datang mengenai informasi kesehatan mudah diserap. Tetapi kalau pendidikannya belum cukup, otomatis cukup sulit.” Tambah Dewi.

“Keempat, ialah pola atau gerakan gaya hidup sehat harus terus digalakan, tetapi itu berbanding lurus juga antara kemiskinan dan gaya hidup. Orang miskin kebanyakan rumahnya sangat sederhana, bahkan masih ada yang tidak layak. Kalau tidak layak itu sudah pasti kotor, banyak bakteri di mana-mana.” Papar Dewi.

‘Dan stunting harus menjadi penanganan yang cukup serius.” Tegas Dewi.

Sedangkan dari DPR RI sendiri dalam menangani stunting ialah selalu berkoordinasi dengan para pemangku kepenting, terutama BKKBN yang ditunjuk pemerintah dalam mengatasi stunting.

“Di Komisi IX kami selalu berkoordinasi dengan pemangku kepentingan yang lain. Saya mendorong diperbanyak aktualisasi yang membumi, sehingga kepala daerah mempunyai kreativitas mendorong mereka pro aktif melakukan berfikir untuk melahirkan ide-ide yang kreatif dalam menangani stunting.” Kata Dewi.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, Kabupaten Brebes merupakan wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Jawa Tengah pada SSGI 2022, yakni mencapai 29,1%. Angka tersebut meningkat 2,8 poin dari hasil SSGI pada tahun sebelumnya sebesar 26,3%.

Sedangkan prevelansi stunting di Kabupaten Tegal sebesar 22,3%, atau menempati peringkat ke-14 secara nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here