Beranda Berita DPR Ingatkan Aspek Komersialisasi dan Korupsi di Dunia Pendidikan Perlu Dihilangkan

DPR Ingatkan Aspek Komersialisasi dan Korupsi di Dunia Pendidikan Perlu Dihilangkan

158
0

Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira kembali mengingatkan, aspek komersialisasi dan juga korupsi dalam dunia pendidikan menjadi hal yang perlu dihilangkan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan menurutnya transparansi dalam rekrutmen maupun penilaian yang cenderung melibatkan banyak orang serta kriteria kriteria yang jelas dalam penilaian.

“Kita kembalikan kepada akar dari pada dunia Pendidikan, yaitu lembaga yang akan merubah melakukan perubahan terhadap seorang manusia dari yang sekarang menjadi yang lebih baik untuk kedepannya,” ujar Andreas dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (10/9/2022)..

Untuk diketahui, pasca terjadinya korupsi pada penerimaan mahasiswa baru melalu jalur mandiri di Universitas Lampung, baru-baru ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menghapus tes mata pelajaran pada ujian masuk PTN jalur SBMPTN dan menggantinya dengan tes skolastik.

Andreas pun menyambut baik terhadap upaya yang dilakukan Kemendikbud Ristek.

“Saya kira ini hal yang baik meskipun bukan hal yang baru, itu dalam arti banyak perguruan tinggi bahkan di perguruan tinggi swasta hal tersebut sudah dilakukan (tes skolastik) jauh-jauh hari sebelumnya,” sebutnya.

Namun di memberi catatan, dalam perubahan sistem tersebut, transparansi dalam pelaksanaan ujian seperti sistem penilaian dan juga rekrutmen menjadi hal yang penting.

“Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah bahwa selama ini di perguruan tinggi negeri maupun di perguruan tinggi swasta kita melihat bahwa ada perubahan yang sangat sangat mendasar dalam cara berpikir.” kata Andreas.

“Kita melihat bahwa dunia pendidikan seolah-olah sebagai lembaga industri. Dalam hal ini, ya tentu aspek komersialnya,” imbuhnya.

Selain itu, dia pun menilai saat ini tak jarang input yang masuk dari anak muda ini seringkali diukur berdasarkan nilai rupiah yang dikontribusikan bukan karena karakter bukan karena prestasi yang mereka berikan.

Sehingga, menjadi hal perlu diutamakan bagaimana aspek pengembangan mendidik anak muda untuk mempunyai prestasi, merubah cara berpikir dan mempunyai karakter yang baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here