Beranda Berita Eri Cahyadi Akan Terus Jaga Ekosistem Investasi Di Surabaya

Eri Cahyadi Akan Terus Jaga Ekosistem Investasi Di Surabaya

21
0

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pihaknya terus mendorong peningkatan investasi untuk membuka kembali lapangan kerja bagi warga Kota Pahlawan.

“Fokus pemerintah kota adalah menangani pandemi Covid-19 termasuk dampaknya dari sisi ekonomi. UMKM dan investasi skala besar terus kami dorong dan fasilitasi,” kata Eri.

Penegasan itu dia sampaikan di sela pertemuan dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Kamis (18/3/2021).

Meski di tengah pandemi, sebut Eri, sepanjang 2020 investasi di Surabaya menembus angka Rp 64 triliun, tumbuh dibanding 2019 yang mencapai Rp 62 triliun.

Nilai investasi sebesar Rp 64 triliun itu terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 1,5 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang terdiri dari PMDN fasilitas sebesar Rp 20,63 triliun dan PMDN non-fasilitas sebesar Rp 41,92 triliun.

“Kami terus menjaga ekosistem investasi di Surabaya. Ekosistemnya benar-benar kami tingkatkan, dari aspek perizinan, kualitas SDM, hingga infrastruktur penunjang. Kami optimistis dalam fase pemulihan ekonomi sekarang, investasi bisa kembali bergeliat. Surabaya akan tetap menjadi destinasi investasi kelas dunia,” terang Eri.

Kader PDI Perjuangan ini menjelaskan, Pemkot Surabaya akan rutin bertemu para pengusaha dan perbankan untuk memantau perkembangan ekonomi.

“Saya akan pantau day by day, karena ini terkait ekonomi rakyat, terkait lapangan kerja. Bagaimana pergerakan ekonomi di lapangan, saya akan cek ke dunia usaha dan perbankan, saya koordinasikan semuanya. Contohnya, dengan perbankan saya cek penyaluran kredit, oh ternyata naiknya masih lambat, misalnya, maka intervensi kebijakan apa yang bisa kita bikin, kita rumuskan bareng,” urainya.

Terkait kolaborasi dengan Gresik, Sidoarjo dan Surabaya, Eri menyatakan bakal terus diperkuat. Ketiga kepala daerah tersebut sudah bertemu beberapa kali untuk mendetailkan kolaborasi.

“Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik punya saling keterkaitan. Industrinya, UMKM-nya, transportasinya kita kolaborasikan agar tercipta dampak optimal ke masyarakat,” sebut Eri.

Sementara Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya akan memperkuat kolaborasi pengembangan investasi untuk percepatan pemulihan ekonomi bersama tiga kepala daerah tersebut.

“Kita ingin investasi dipacu untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Vaksinasi jalan, investasi jalan, protokol kesehatan jalan, negeri kita akan cepat pulih,” ujar Bahlil.

Selain itu, dia menggarisbawahi peran strategis Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik, sebagai jantung ekonomi di Provinsi Jawa Timur.

“Hampir 40 persen produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Timur disumbang dari tiga daerah ini. Maka saya ingin sinerginya diperkuat,” ungkapnya.

Menurutnya, kepala daerah yang masih dan pemerintahan yang ramah dunia usaha, investasi di Surabaya Raya akan berkembang pesat. Ia pun optimistis, dengan kolaborasi kuat antara BKPM, Pemprov Jatim, dan pemerintah kota serta kabupaten, investasi bakal melesat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here