Beranda Berita Jajaran Struktural PDI Perjuangan Sulut Terus Bekerja Keras Sesuai Dengan Arahan Ketum...

Jajaran Struktural PDI Perjuangan Sulut Terus Bekerja Keras Sesuai Dengan Arahan Ketum PDIP

106
0

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey menyerukan kepada seluruh kader dan simpatisan untuk merapatkan barisan demi memenangkan Ganjar Pranowo dan PDIP di Pemilu 2024. Olly menekankan seluruh kader di Sulut harus memastikan PDIP meraih hattrick di pilpres dan pemilu legislatif (pileg).

“Kita harus pastikan bisa raih hattrick saat nanti Pileg 2024. Kita wajib memenangkan pemilihan legislatif, pemilihan presiden, termasuk pilkada. Ibu Ketum sudah jelas pesannya, rapatkan barisan. Calon presiden dari PDIP sudah ditetapkan, yaitu Bung Ganjar Pranowo,” kata Olly dalam keterangannya, Rabu (26/4/2023).

Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan PDIP mendapatkan dukungan terbesar dari kelompok kritis. Di Sulawesi Utara (Sulut), ada 66% pemilih kritis yang mendukung partai pemenang Pemilu 2014 dan 2019 tersebut. Partai lainnya hanya di bawah 10%.

Olly Dondokambey mengatakan hasil survei tersebut merupakan pencapaian yang diraih dengan tidak mudah. Selama ini, sesuai instruksi partai, Olly menegaskan seluruh kader, termasuk jajaran pengurus partai dari anak ranting sampai DPD PDIP Sulut terus bekerja keras.

“Ini buah dari semua kerja keras kader PDIP. Segenap jajaran struktural partai dari DPD, DPC, PAC hingga anak ranting di Sulut, turun langsung ke tengah masyarakat sesuai arahan Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri,” tegas Olly.

Dengan adanya hasil survei SMRC, Olly menekankan, PDIP akan lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan peran-peran kerakyatan. Apalagi, PDIP sudah mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024.

“Hasil survei saat ini di Sulut akan lebih dari itu, terlebih dalam rangka pemenangan Bung Ganjar Pranowo,” ungkap Olly yang saat pengumuman pencapresan Ganjar Pranowo turut mendampingi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Sebagai informasi, survei SMRC menunjukkan PDIP mendapat dukungan di kelompok pemilih kritis sebesar 16,1%. Berikutnya Gerindra 11,7%, Golkar 8,7% PKB 6,1%, Demokrat 5,1%, Nasdem 4,9%, PKS 4,4%. Sementara partai-partai lain di bawah 4% dan masih ada 31,2% warga belum menentukan pilihan.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani menggarisbawahi, pemilih kritis adalah kelompok pemilih yang penting. Mereka pada umumnya tidak mudah goyah dan dipengaruhi. Sebaliknya, mereka adalah kelompok potensial yang dapat memengaruhi kelompok pemilih lain. Pemilih yang memiliki telepon/cellphone merupakan indikasi kelompok pemilih kritis.

Ditekankan, pemilih kritis cenderung punya kesempatan lebih besar untuk mendapat informasi sosial-politik dibanding yang tidak punya telepon, dan karena itu kritis dalam menilai berbagai persoalan.

“Jumlah pemilih kritis sekitar 80% dari total populasi pemilih, dan cenderung berada di lapisan lebih atas,” jelas Deni dalam tayangan Youtube SMRC TV yang dilihat Rabu (26/4/2023).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here