Beranda Berita Kasus Penipuan Pekerja Migran Indonesia di Kamboja Beri Pelajaran Berharga

Kasus Penipuan Pekerja Migran Indonesia di Kamboja Beri Pelajaran Berharga

128
0

Perekrutan dan pemberangkatan pekerja migran Indonesia secara illegal ke luar negeri masih terus terjadi, termasuk yang terjadi baru-baru ini di Kamboja.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, hari Kamis (1/9) mengatakan 225 warga Indonesia telah dibebaskan dari tempat mereka bekerja di perusahaan-perusahaan judi online dan investasi palsu berlokasi di Sihannoukville, Kamboja. Sementara 241 orang lainya yang juga menjadi korban penipuan bekerja di sana telah dipulangkan ke tanah air.

“Terjadi peningkatan tajam jumlah korban WNI, dari total 119 pada 2021 menjadi 446 orang pada Januari sampai Agustus 2022. Kasus ini tidak hanya terjadi di Kamboja, namun juga di Myanmar, Laos, Thailand, dan Filipina,” kata Retno.

Indonesia dan Kamboja, tambah Retno, telah sepakat untuk melakukan kerjasama penegakan hukum, dan bahkan meningkatkan komunikasi untuk memudahkan penanganan jika kejadian serupa terjadi kembali.

Kepolisian Indonesia dan Kamboja juga telah sepakat untuk segera menyelesaikan nota kesepahaman mengenai kerjasama pemberantasan kejahatan lintas batas. Pada 12 Agustus lalu Polri berhasil menggagalkan pemberangkatan 214 warga Indonesia dari Medan ke Sihannoukvilee, Kamboja.

Retno menegaskan kasus penipuan terhadap ratusan pekerja migran Indonesia di Kamboja tersebut harus menjadi peringatan bagi semua pihak untuk segera menangani dan mencegah isu itu secara komprehensif, dari hulu hingga hilir, agar korban tidak terus bertambah. Jika penanganan di hulu (dalam negeri) tidak berjalan baik, maka penanganan di hilir (luar negeri) tidak akan memberikan dampak besar, jumlah kasus dan korban akan terus meningkat.

Sturman Panjaitan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengapresiasi kinerja Kementerian Luar Negeri dan berharap semua kementerian dan lembaga terkait memiliki terobosan untuk mengakhiri perekrutan dan pengiriman pekerja migran Indonesia ke luar negeri secara ilegal.

“Di dapil (daerah pemilihan saya) saya di Kepri (Kepulauan Riau) sering terjadi seperti itu. Sehari-hari polisi itu menangkap orang yang keluar negeri lewat Kepri yang ilegal. Apa upaya kita sebenarnya yang bisa kita koordinasikan ke lembaga, badan lain yang bisa kita kerjasamakan agar tidak terjadi terlalu sering,” ujar Sturman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here