Beranda Berita Musthofa Berikan Penyuluhan Keuangan Kepada Guru TK di Kudus

Musthofa Berikan Penyuluhan Keuangan Kepada Guru TK di Kudus

131
0

Ratusan guru TK di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diberi penyuluhan jasa keuangan tentang manfaat dan fungsi pengelolaan keuangan.

Penyuluhan ini diberikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Taman Budaya, Kecamatan Bae, Kudus, Sabtu 10/11/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Musthofa juga meminta guru-guru TK untuk mewaspadai segala sesuatu ancaman penipuan yang bisa terjadi di era digital.

Terlebih, pihaknya yakin bahwa para guru TK pasti banyak yang sudah menggunakan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan.

”Transaksi saat ini semua pakai digital, pakai e-banking. Tapi di sisi lain ada banyak penipuan-penipuan yang terjadi,” katanya.

Apalagi, saat ini ada modus baru penipuan berupa pesan yang berisi pengiriman barang. Di mana di dalam pesan tersebut diminta untuk mengklik untuk membuka file yang dikirimkan.

”Jika ada pesan seperti itu, tolong jangan percaya. Karena data diri bisa ditarik untuk nantinya dibuat pinjaman online. Yang bersangkutan tidak merasa pinjam tapi tiba-tiba ada tagihan. Ada juga modus salah transfer, Untuk itu, harus berhati-hati dan waspada,” jelasnya.

Ia menyebut, guru TK dipilih menjadi sektor pertama yang mendapatkan sosialisasi ini dikarenakan sebagai tenaga pendidik dasar yang nantinya bisa menginformasikan kepada masyarakat.

”Mereka harus tahu sistem keuangan sekarang di era teknologi jangan hanya paham saja. Tapi harus benar-benar tahu dan bisa menggunakan dengan sebaik-baiknya. Setelah ini nanti juga menyasar ke guru SD hingga SMA/SMK,” ujarnya.

Sementara, Direktur Hubungan Kelembagaan OJK Muhammad Jufrin menyebut, literasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaang keuangan di masa digital memang masih perlu terus dilakukan. Apalagi, kini sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan produk-produk di industri keuangan.

”Saat ini sosialisasi yang kami tingkatkan, masyarakat tahu menggunakan produk keuangan tapi tidak tahu manfaat dan risiko yang bisa terjadi, seperti salah satunya pada pinjaman online. Sehingga literasi memang harus ditingkatkan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here