Beranda Berita PDIP Belum Terima Pengembalian Dukungan Mulyadi di Pilgub Sumbar: Monggo Saja

PDIP Belum Terima Pengembalian Dukungan Mulyadi di Pilgub Sumbar: Monggo Saja

61
0

Pasangan Mulyadi-Ali Mukhni mengaku mengembalikan rekomendasi dukungan dari PDIP untuk Pilgub Sumatera Barat (Sumbar) buntut pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. PDIP mengaku belum menerima pengembalian surat keputusan dukungan tersebut.

“Sampai hari ini saya belum menerima. Ini kan baru statement. Lagi-lagi statement ini kan membuat persepsi banyak orang,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP Bambang Wuryanto.

Ali Mukhni mengaku pengembalian rekomendasi itu sebagai bentuk jawaban dari kegelisahan warga Sumbar. Karena, banyak warga Sumbar disebut kecewa atas pernyataan Puan soal ‘semoga Sumbar jadi pendukung negara Pancasila’.

Menurut Bambang, pernyataan Puan itu dipersepsikan tidak sesuai maksud dan tujuannya. Puan mengeluarkan statement seperti itu sebagai bentuk harapan.

“Mbak Puan punya persepsi, dipersepsikan merendahkan warga Sumatera Barat tidak pancasilais. Yang benar adalah, berharap Sumbar lebih Pancasilais, kan gitu. Sekarang ini masalah persepsi, tapi diadili. Ini kan nggak bener,” sebut Bambang.

Soal apakah Mulyadi benar-benar jadi mengembalikan rekomendasi dukungan, Bambang menyerahkannya kepada politikus Partai Demokrat itu. Ia kemudian mengingatkan kembali soal maksud dan tujuan pernyataan Puan.

“Jadi kalau sikap Pak Mulyadi mau mengembalikan rekomendasi gara-gara statement ini, ya monggo, itu pilihan bagi Pak Mulyadi. Tetapi kalau kita seorang nasionalis, boleh toh ngomong seperti itu,” kata Bambang.

“Kalau kemudian karena persepsi ini diadili ya monggo saja, nggak ada masalah. Itu bagi saya sebagai Ketua Pemenangan Pemilu, nggak ada masalah,” imbuh Wakil Ketua Komisi I DPR itu.

Bambang tak mau berandai-andai apakah Mulyadi akan benar-benar mengembalikan rekomendasi dukungan kepada PDIP. Partai pimpinan Ketum Megawati Soekarnoputri itu menunggu langkah Mulyadi.

“Nanti persepsi lagi. Jadi pada intinya terserah pada Pak Mulyadi, monggo Pak Mulyadi, itu kan otoritas di sana. Soal konsekuensi itu pertimbangan Pak Mulyadi,” sebut Bambang.

“Tapi intinya adalah statement Mbak Puan, ini kan buah dinamika dari kontradiksi statement Mbak Puan, berdinamika soal rekom, itu aja kok,” tambah dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here