Beranda Berita Selama Ini Dikenal Sebagai Sosok yang Bersih, Merakyat dan Saleh, PDI Perjuangan...

Selama Ini Dikenal Sebagai Sosok yang Bersih, Merakyat dan Saleh, PDI Perjuangan Sulsel Hampir Tak Percaya Gubernur Sulsel Terjerat OTT KPK

74
0

Jakarta – Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Ridwan Wittiri mengaku sangat terkejut bahkan hampir tak percaya saat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Nurdin Abdullah pagi tadi dijemput oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus korupsi. Padahal selama ini, Nurdin Abdullah dikenal sebagai sosok yang merakyat, berprestasi dan sangat taat dalam beragama (saleh).

“Dalam penilaian saya, Prof Nurdin Abdullah itu sosok yang baik, dekat dengan petani, dan sosok Muslim yang saleh,” kata Andi Ridwan Wittiri, dalam keterangannya kepada wartawan, pada Sabtu (27/2/2021).

Kendatipun begitu, Wittiri menegaskan bahwa PDIP tentu saja sangat menghormati proses hukum yang berkeadilan. Namun pihaknya merasa perlu meluruskan terkait pemberitaan penangkapan oleh KPK terhadap Nurdin Abdullah yang disebut-sebut sebagai operasi tangkap tangan. Padahal saat kejadian tersebut, Nurdin dalam kondisi sedang tidur dan mengindikasikan bahwa tidak ada proses transaksi suap atau korupsi apapun saat terjadinya penangkapan tersebut.

“Penangkapan itu bukanlah OTT dalam pengertian ada sebagai barang bukti atas kejadian tindak pidana korupsi. Hal itulah yang saya dengar langsung dari Prof. Nurdin. Dan saat itu tidak ada dana di rumah Prof. Nurdin, mengingat beliau saat itu juga sedang dalam keadaan tidur, lalu dibangunkan oleh aparat hukum,” ujar Ridwan Wittiri.

“Dalam pengalaman saya, Prof.Nurdin ini menerapkan protokol ketat guna menghindari gratifikasi. Bahkan sebelum menerima tamu, seluruh tamu dilarang membawa apapun kecuali buku catatan. Semua tas yang dibawa wajib ditaruh di locker,” tegasnya.

Hingga saat ini, Wittiri bahkan masyarakat Sulsel pada umumnya sangat meyakini bahwa Nurdin adalah sosok pemimpin yang jujur dan baik. Terlebih Nurdin termasuk salah satu penerima Bung Hatta Award yang tentunya bukan penghargaan sembarangan dan hanya diberikan kepada mereka yang memiliki integritas tinggi dalam kepemimpinan.

Ridwan Wittiri juga menceritakan bagaimana saat sebelum dibawa aparat petugas hukum, Nurdin sempat menghubungi dirinya. “Dan menegaskan demi tanggung jawab pada Tuhan dan masyarakat, dunia dan akhirat, Prof Nurdin sama sekali tidak tahu menahu atas kejadian yang menimpanya,” tegas Ridwan.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati proses hukum yang berlaku di KPK dan berharap agar KPK tetap bersikap professional dan dijauhkan dari kepentingan politik apapun yang justru malah merugikan nama baik KPK itu sendiri.

“Saya hanya bisa berharap agar hukum benar-benar ditegakkan dengan sepenuhnya mengabdi pada keadilan, dan juga menjauhkan diri dari pertarungan politik tidak sehat. Kami dukung sepenuhnya misi KPK dalam pemberantasan korupsi,” pungkas Riwan Wittiri.

Untuk diketahui, Nurdin Abdullah disebut-sebut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dia telah tiba di Gedung KPK, pagi ini. Namun saat memasuki gedung KPK, Nurdin mengaku sedang tidur ketika ditangkap. “Saya lagi tidur, dijemput,” kata Nurdin.

Juru Bicara Nurdin, Veronica Moniaga, juga ikut mengklarifikasi pemberitaan keliru selama ini yang mengatakan bahwa Gubernur Sulsel terjerat OTT KPK. Sebab, saat terjadinya proses penangkapan oleh petugas KPK, Nurdin pada saat itu sedang beristirahat dan tidak dalam keadaan sedang melakukan transaksi suap atau korupsi. Nurdin juga mengaku bersedia dibawa oleh petugas karena awalnya diminta untuk menjadi saksi.

Istri Nurdin, Liestiaty, disebut sudah menyampaikan kabar keberangkatan suaminya ke Jakarta bersama petugas KPK lewat pesan singkat, termasuk ke sejumlah awak media. Disitu, Lies menjelaskan bahwa Nurdin dibawa ke Jakarta karena ada staf sang suami diduga menerima dana suap.

“Asw. Sahabat PKK yang saya sayangi. Do’akan bapak yaaaa. Tadi pagi bapak didatangi KPK secara mendadak berkenaan dgn ada Staff bapak yg menerima dana. Bapak akan dimintai keterangan. Semoga Allah S.W.T memudahkan semuanya. Insyaa Allah,” ungkap Liestiaty di dalam pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here