Beranda Berita TB Hasanuddin : Perbedaan Pendapat Dalam Diskusi Hal Biasa

TB Hasanuddin : Perbedaan Pendapat Dalam Diskusi Hal Biasa

140
0

Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan, mengatakan hubungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), Jenderal Dudung Abdurachman terlihat baik-baik saja. Hari ini, Senin, 26 September 2022, keduanya bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri rapat dengan Komisi Pertahanan DPR.

“Seperti baik baik saja ya, I feel it good. Tanya fotografer coba tadi mereka yang foto-foto, dengan salaman-salaman gitu, sampe saya ketabrak,” kata Farhan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26 September 2022.

Adapun saat rapat bersama Komisi Pertahanan, posisi duduk Andika Perkasa dan Dudung ditengahi oleh Prabowo. Menurut Farhan, letak duduk ini sedari dulu memang diatur.

“Kondisi duduk dari dulu selalu diatur, Menteri Pertahanan di tengah, sebelah kanannya pasti Panglima TNI. Di sebelah kirinya adalah staf khusus, selalu begitu,” ujarnya.

Farhan menyatakan yang paling penting hubungan antara pembina kekuatan di tubuh TNI dengan Panglima terjaga soliditasnya. Sebab, kata dia, Indonesia butuh TNI yang solid dan saling menghargai untuk menjaga marwah TNI.

Sebelumnya, isu disharmoni di tubuh TNI mencuat setelah Effendi Simbolon mempertanyakan absennya Andika atau Dudung dalam gelaran acara maupun rapat yang mengharuskan keduanya hadir. Dia turut menyatakan sikap TNI melebihi ormas karena tidak ada kepatuhan.

Dalam rapat bersama Komisi Pertahanan pada 5 September lalu, Effendi turut menyinggung ihwal anak Dudung yang pernah gagal masuk akademi militer. Hal ini diduga membuat hubungan Andika dan Dudung merenggang.

Adapun anggota Komisi Pertahanan lainnya, TB Hasanuddin, mengatakan kehadiran Dudung dan Andika menunjukkan tidak ada masalah dalam tubuh TNI. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam diskusi maupun implementasi di lapangan merupakan hal biasa dalam kehidupan militer.

“Memang tidak ada (masalah). Saya sudah bicara dengan Panglima maupun dengan KASAD, saya jamin tidak ada masalah. Saya 35 tahun jadi prajurit TNI, jadi itu dinamika, tidak usah dibesar-besarkan. Dalam pandangan saya TNI tetap solid,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here