Beranda Berita BPIP-Kemenkop UMKM Bersinergi Tingkatkan Peran Koperasi di Masa Depan

BPIP-Kemenkop UMKM Bersinergi Tingkatkan Peran Koperasi di Masa Depan

79
0

Koperasi Pangan sebagai kontributor terbesar ketiga dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia perlu diperkuat untuk membantu perbaikan ekonomi di masa depan.

Oleh sebab itu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) perlu bersinergi untuk mengarusutamakan peran koperasi dalam mewujudkan ekonomi yang adil bagi seluruh rakyat sesuai amanat Pancasila.

Hal ini terungkap dalam Webinar “Pancasila Dalam Tindakan Gotong Royong Mewujudkan Ekonomi Pancasila” yang diselenggarakan BPIP, Kamis (30/7). Acara ini menghadirkan narasumber Menkop dan UKM Teten Masduki, Kepala BPIP Yudian Wahyudi, Staf Khusus Presiden Arif Budimanta Sebayang, Deputi Pengkajian dan Materi BPIP FX. Adji Samekto, Peneliti dari UGM Hempri Suyatna, dan Direktur Kerjasama Elfrida Siregar.

“Pengelolaan pangan yang baik akan menjadi kunci bagi setiap ancaman krisis pangan. Termasuk akibat pandemi Covid-19 sebagaimana prediksi FAO (2020) dan World Food Programme (2020),” buka Teten Masduki.

Yudian Wahyudi juga menyebut kebijaksanaan koperasi sesuai dengan Pancasila. Dilihat dari sisi nilai-nilai kebersamaan, kegotong-royongan, saling membantu, ikhlas setelah memberi, dan rela berkorban.

“Mewujudkan ekonomi Pancasila salah satunya melalui koperasi dan UMKM. Karena ada semangat gotong royong, saling membantu, memberikan yang terbaik setelah itu adalah keikhlasan. Sebagai keberlanjutan kebijaksanaan demi perekonomian nasional,” kata Yudian.

Pendiri Pondok Pesantren Nawesea Yogya ini meyakinkan, pemerintah pada umumnya sudah melakukan beragam program sebagai bentuk keberlanjutan ekonomi yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Terlebih di momen Idul Adha, pemerintah melakukan di dua level. Menyembelih kurban sebagai simbol keikhlasan. Masjid Istiqlal tidak menyelenggarakan solat Ied karena ada ancaman virus corona.

Hempri Suyatna menimpali, koperasi berbasis pertanian, nelayan, kehutanan, koperasi jati diri masyarakat Indonesia. “Bicara konteks Pancasila ekonomi adanya moral, Ketuhanan Yang Maha Esa. Ekonomi kita bersumber moral, kebaikan dan etika moral bisnis,” jelas Hempri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here