Beranda Berita Bupati Ipuk menyebutkan, revitalisasi asrama Inggrisan sebagai bentuk komitmen memajukan ekonomi daerah

Bupati Ipuk menyebutkan, revitalisasi asrama Inggrisan sebagai bentuk komitmen memajukan ekonomi daerah

46
0

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan revitalisasi salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yakni Asrama Inggrisan Banyuwangi pada 2024.

Hal tersebut disampaikan Direktur Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementrian PUPR, Essy Asiah, saat mengunjungi Banyuwangi, pada Selasa (31/10/2023) hingga Rabu (1/11/2023).

Untuk diketahui, Asrama Inggrisan merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Banyuwangi yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1776.

Gedung itu kemudian diambil alih British East India Company atau Kantor Dagang Inggris pada abad ke-18. Bangunan ini lantas dijadikan kantor kabel jaringan telegram bawah laut yang menghubungkan Eropa hingga Australia.

Berdasarkan riset yang dilakukan Dr Thor Kerr dari Curtin University Perth Australia dan Irfan Wahyudi dari Universitas Airlangga tentang keterkaitan Banyuwangi dan Australia masa itu, Asrama Inggrisan merupakan salah satu bangunan yang menjadi jantung aktivitas Kantor Dagang Inggris pada abad ke-18.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pun berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dalam pembangunan di Banyuwangi.

“Revitalisasi Asrama Inggrisan akan memperkuat daya tarik pariwisata di area Kota Banyuwangi. Hal ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal,” kata Ipuk dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (5/11/2023).

Tak hanya itu, Ipuk pun secara khusus berterima kasih kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) yang telah mendukung percepatan Asrama Inggrisan untuk menjadi kawasan wisata budaya (heritage).

Ipuk mengatakan, selama ini Banyuwangi banyak mendapat program pembangunan dari pemerintah pusat, mulai sarana prasarana infrastruktur jalan, sanitasi lingkungan, hingga revitalisasi kawasan Agro Wisata Tamansuruh (AWT).

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan daerah. Tidak hanya sektor pariwisata, pengelolaan sampah di Banyuwangi juga mendapat dukungan serta bantuan dari Kementrian PUPR,” kata Ipuk.

Terkait hal tersebut, Essy mengatakan, Kementrian PUPR berkomitmen mendukung pembangunan yang dapat mendorong kemajuan ekonomi daerah, termasuk Banyuwangi.

Ia menjelaskan, pihaknya mendapat penugasan untuk melakukan sejumlah pembangunan di Banyuwangi, di antaranya Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan.

Essy melanjutkan, pembangunan Asrama Inggrisan akan tetap mempertahankan fasad bangunan asli. Sebab, gedung yang sudah ada sejak jaman penjajahan tersebut merupakan bangunan heritage yang menjadi bagian dari cagar budaya daerah.

“Asrama Inggrisan akan dibangun dengan konsep wisata edukasi. Semua bangunan hanya akan direvitalisasi tanpa mengubah bentuk karena Asrama Inggrisan juga merupakan bangunan cagar budaya daerah. Di lokasi tersebut akan dilengkapi dengan museum, hotel, dan meeting point,” ujarnya.

Sebagai informasi, selama kunjungan di Banyuwangi, tim Kementrian PUPR juga melakukan survei langsung sebelum pelaksanaan revitalisasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here