Beranda Berita Bupati Sanjaya tekankan, infrastruktur wajib direalisasikan sebab jadi aliran nadi perekonomian masyarakat

Bupati Sanjaya tekankan, infrastruktur wajib direalisasikan sebab jadi aliran nadi perekonomian masyarakat

210
0

Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya mewujudkan janji dalam pembangunan bidang infrastruktur jalan sepanjang tahun 2023 telah melakukan perbaikan jalan rusak di wilayahnya telah mencapai 86,4 persen.

Sepanjang tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Tabanan telah sukses memperbaiki jalan hingga mencapai angka 96,4%, sehingga jalan di Tabanan telah mencapai kategori mantap.

Komang Sanjaya menyadari faktor pendukung vital untuk memperlancar aliran urat nadi perekonomian bagi masyarakat, infrastruktur yang bagus wajib direalisasikan oleh setiap Kepala Daerah kepada warganya.

Masa kepemimpinannya selaku Kepala Daerah, Bupati Komang Sanjaya berkomitmen mempercepat terwujudnya pembangunan 5 (lima) skala prioritas, salah satunya yaitu infrastruktur jalan.

Ya, perlahan tapi pasti hal itu dibuktikan, Bupati Tabanan berhasil memenuhi satu per satu janjinya kepada masyarakat. Terbaru, loyalitas tanpa batas ditunjukkan dalam bentuk rekonstruksi ruas jalan Telaga Tunjung-Jegu sepanjang 4,8 Km kepada warga Penebel dan Kerambitan.

Ruas jalan diresmikan bupati akrab disapa Sanjaya Rabu, 11 Oktober 2023 di Desa Adat Ngis, Desa Jegu, Kecamatan Penebel.

“Dengan mengucap Om Awignam Astu Nama Sidam, ruas jalan Telaga Tunjung-Jegu secara resmi saya buka,” ujar Sanjaya saat pengguntingan pita yang turut disaksikan oleh ratusan warga yang hadir pagi itu yang nampak didampingi Perbekel Bendesa Adat serta tokoh masyarakat setempat.

Usai meresmikan ruas jalan Jegu-Telaga Tunjung, Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi oleh perwakilan Dandim 1619 Tabanan, Sekda, Asisten II dan Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, langsung menuju Balai Serbaguna Desa Adat Ngis, Jegu, Penebel.

Untuk menyerahkan secara simbolis 4 (empat) bantuan Stimulan Infrastruktur Daerah (SIDA) AUM dan bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (PRTLH) kepada 26 Kepala Keluarga di seputaran wilayah Penebel dan Kerambitan.

“Perbaikan jalan ini perlu kita resmikan. Tujuannya menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kita sudah berbuat untuk masyarakatnya.

Tugas kita sekarang, hari ini sama-sama melaksanakan peresmian jalan, memberikan bantuan partisipatif SIDA AUM dan juga bedah rumah” ucap Sanjaya sembari menyampaikan, bahwa Pemkab Tabanan fokus pada kesejahteraan masyarakat di bidang pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, adat, agama, tradisi, seni, budaya dan pariwisata.

Untuk mewujudkan visi tersebut, harus didukung infrastruktur yang memadai karena infrastruktur tersebut mampu mendongkrak lapangan kerja baru dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Kolaborasi dengan unsur Muspida juga terus dilakukan dengan tujuannya adalah untuk masyarakat.

Semangat partisipatif masyarakat untuk membangun Tabanan Era Baru juga dikatakan Komang Sanjaya patut mendapat apresiasi pemerintah.

Diharapkan, semangat persatuan ini tetap dipupuk dan dijaga, dan jalan yang telah dibangun dirawat secara rutin melalui budaya tedun dan gotong-royong.

Kepala Dinas PU, Made Dedy Darmasaputra dalam laporannya menjelaskan, sepanjang tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Tabanan telah sukses memperbaiki jalan hingga mencapai angka 96,4%, sehingga jalan di Tabanan telah mencapai kategori mantap.

Pihaknya berterima kasih atas kehadiran Bupati Sanjaya meresmikan ruas jalan Telaga Tunjung-Jegu serta penyerahan bantuan SIDA dan PRTLH. Pelaksanaan SIDA AUM merupakan inisiasi Bupati Sanjaya sebagai upaya membangkitkan partisipasi masyarakat untuk membangun dan memelihara infrastruktur.

Made Dedy juga menjelaskan, SIDA AUM 2023 ini akan dilaksanakan di 128 titik di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan, di mana hari ini dilaunching dan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tabanan.

Utuk perbaikan rumah tidak layak huni akan dilaksanakan secara total di 32 titik, di mana 26 titik adalah reguler berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrim, sedangkan 6 lainnya adalah rumah tidak layak huni korban bencana yang terjadi dari awal tahun 2023.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here