Beranda Berita DPC PDIP Surabaya Laporkan Adanya Penyerangan Markas TMP

DPC PDIP Surabaya Laporkan Adanya Penyerangan Markas TMP

105
0

DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya melaporkan adanya penyerangan markas Taruna Merah Putih (TMP) di Jalan Raya Darmo oleh ratusan orang tak dikenal ke Polrestabes Surabaya. Kejadian ini berlangsung pada Minggu (06/12/2020) dini hari.

“Tindakan tersebut adalah sebuah teror menjelang masa tenang Pilkada Surabaya 2020. Kami tidak mau menduga-duga. Kami hanya ingin agar suasana tetap kondusif, makanya kami laporkan ini ke pihak yang berwajib bersama PDI Perjuangan,” kata Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya Anas Karno.

Anas juga berharap agar para kader dan simpatisan PDI Perjuangan tidak sampai terprovokasi melainkan semuanya diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Kami percayakan semua pada pihak polisi, dan kami yakin pihak kepolisan bisa mengungkapnya,” ujarnya.

Anas juga mengajak seluruh kader PDI Perjuangan bersiaga. ia mengaku pihaknya ditekan di berbagai kota. “Kali ini di Surabaya markas anak-anak muda TMP diserbu orang tak dikenal. Prinsipnya, kita tetap santun, tapi kita tidak pernah takut pada premanisme,” ujar Anas.

Ketua TMP Surabaya, Aryo Seno Bagaskoro mengatakan pihaknya berharap pihak kepolisian mengusut tuntas penyerangan markas TMP itu.

“Jangan sampai premanisme ini menjadi preseden buruk yang menodai perjalanan demokrasi kita,” ujar Seno.

Ia lantas menjelaskan kronologi penyerangan markas TMP yang merupakan organisasi anak muda PDI Perjuangan tersebut yakni dimulai pada Sabtu (5/12) tengah malam, dimana ada 10 kader TMP Surabaya berjaga di markas TMP.

Lalu pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.25 WIB, tampak ratusan pengendara motor melakukan konvoi di Jalan Raya Darmo, melewati persis depan posko.

“Tiba-tiba, beberapa pengendara motor berhenti di depan posko, membawa bambu dan kayu. Lalu ada orang masuk dan menendang keras pintu sambil membawa bambu dan kayu panjang. Kami tidak tahu siapa mereka karena kejadiannya begitu cepat,” ujar Seno.

Menurut dia, hampir seluruh kader TMP yang berjaga lalu geser ke belakang dan atas gedung. Baru kemudian tampak ada lampu mobil polisi dari kejauhan. Para penyerang kemudian putar balik, lalu mengambil secara acak dan melemparkan helm-helm milik para kader TMP ke pintu dan kaca depan gedung.

Para penyerang pergi dari lokasi kejadian dan kader TMP langsung menelepon 112 dan menelepon Seno yang sedang berada di rumah.

“Jadi, sebelum kabur, mereka sempat mengacak-acak dan melemparkan helm-helm milik para kader TMP ke pintu dan kaca depan gedung,” kata Seno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here