Beranda Uncategorized Jelang Festival Imlek, Gibran Rakabuming: Jangan Sampai Ada Kerumunan!

Jelang Festival Imlek, Gibran Rakabuming: Jangan Sampai Ada Kerumunan!

186
0

Sambut Tahun Baru Imlek ribuan lampion di pasang di kawasan Pasar Gede Solo, Gibran ingatkan jangan ada kerumunan.

Meski ada pemasangan ribuan lampion di kawasan Pasar Gede Solo, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka beri pesan agar jangan sampai ada kerumunan.

Gibran mengatakan pemasanngan lampion ini di batasi agar tidak sampai menyebabkan kerumunan.

“Lampion dipasang tapi terbatas, terbatas biar tidak ada kerumunan,” terang Gibran, Jumat (21/1/2022).

Sebelumnya, sudah dua tahun lamanya pemasangan lampion tidak digelar karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Untuk tahun ini bakal di gelar kembali Festival Imlek Solo, hal ini di sampaikan Gibran setelah setelah Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) ditemui Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Gibran dalam kesempatannya mengatakan, perayaan Imlek 2022 sudah dikoordinasikan dengan PMS selaku penyelenggara.

“Tetap ada Imlek tapi dengan sedikit pengetatan dan pembatasan nanti untuk penontonnya,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Bersama Imlek 2022 Sumartono Hadinoto mengatakan akan ada 1.000 Lampion yang akan di pasang di beberapa titik tertentu.

“Kita tetap pasang sekitar 1.000 lampion di titik-titik tertentu, kalau dulu biasanya 5000 lampion,” ujarnya

Dan akan ada satu patung Shio Macan serta Dewa Uang yang akan dipasang di kawasan Pasar Gede, pemasangan lampion sendiri akan di kebut sebelum 1 februari.

“Pemasangan akan kita kebut. Sehingga sebelum tanggal 1 Februari yang bertepatan dengan tahun baru Imlek seluruh lampu sudah bisa nyala,” jelas dia.

Pemasangan lampu shio ini merupakan permintaan langsung dari Gibran dan Wali Kota Solo.

Nantinya akan ada tiga rangkaian acara yang di gelar, yakni seperti pemasangan lampion, acara Cap Go Meh, kirab Liong dan Barongsai.

Sumartono mengatakan sebenarnya tahun ini Festival masih belum bisa di seenggarakan mengingat ada varian baru Covid -19 yang kian mengganas.

“Jadi sebetulnya kami Panitia Imlek tahun ini belum menyelenggarakan Imlek melihat situasi pandemi belum selesai, apalagi ada virus varian baru Omicron,” aku dia.

Namun, Sumartono mendapat dukungan dari Wali Kota Solo.

“Tetapi dengan dukungan dari Wali Kota Gibran yang menyemangati jangan sampai Imlek tahun ini tidak ada lagi,” ungkap dia.

Dia menambahkan, ada sejumlah acara yang dipadatkan, karena melihat kondisi saat ini.

“Yang utama acara Cap Go Meh sebagai wujud kebhinekaan tetap kita adakan 15 hari sesudah Imlek bertempat di Balai Kota Solo,” jelasnya.

lampion ini sendiri akan dipasang di seputar jembatan Pasar Gede, area Pasar Gede juga di sekitar Ketandan.

“Kita tetap pasang sekitar 1.000 lampion di titik-titik tertentu, kalau dulu biasanya 5000 lampion,” ujarnya.

Tak sampai itu saja, Sumartono dan pihaknya juga akan menghadirkan lebih dari 10 barongsai dan liong, yang nanti semuanya menuju ke Balai Kota untuk melaporkan kepada wali dan wawali.

“Istilahnya bahwa mereka sudah keliling kota untuk tolak bala agar pandemi ini segera berakhir,” terang dia.

Sumartono melanjutkan, barongsai dan liong ini akan berjalan sore hari pada hari Cap Go Meh dan terbagi di beberapa tempat.

“Ada di daerah Arifin (Widuran), Cokronegaran, Warung Pelem, Ketandan, Gladag dan semuanya akan menuju ke Balai Kota,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here