Beranda Berita Kariyasa Adnyana Usulkan Penataan Infrastruktur Jalan di Obyek Wisata

Kariyasa Adnyana Usulkan Penataan Infrastruktur Jalan di Obyek Wisata

101
0

Jumlah kunjungan wisatawan ke Bali baik lokal maupun mancanegara terus mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah kunjungan tersebut membuat sepanjang jalan obyek wisata seperti Kuta, Canggu arus lalulitasnya padat merayap.

Hal ini membuktikan pemerintah belum siap melakukan antisipasi kunjungan wisatawa dan tidak diimbangi dengan infarstruktur jalan pada daerah-daerah tujuan wisata. Hal itu diungkapkan anggota Komisi IX DPR-RI Ketut Kariyasa saat dihubungi via telepon pada Rabu (28/12/2022).

Menurut politisi PDI Perjuangan Dapil Bali ini, telah banyak mendapat laporan bahkan sudah viral di media sosial (medsos) melalui tiktok dan direkam atas kemacetan yang terjadi.

Banyak wisatawan lokal termasuk artis yang mengeluhkan atas kemacetan yang dialami saat berwisata ke obyek wisata di Bali terutama saat menuju pantai Kuta dan Canggu, Badung.

“Saya banyak mendapat laporan, kemacetan dari perayaan Natal hingga malam Tahun Baru nanti, kemacetan di Bali sudah menggila. Saat ini jangan berkunjung ke Bali, macetnya merayap,”ujarnya menirukan keluhan beberapa rekannya dari Jakarta.

Menurutnya kalau informasi dan ajakan tidak berkunjung ke Bali, dipastikan citra pariwisata Bali akan terpengaruh.

Melihat kenyataan ini, dia sendiri juga mengalami atas kemacetan yang terjadi di kawasan wisata Canggu sekitarnya membuat jadwal kegiatannya di Bali molor dan waktunya habis di jalan.

Belum lagi keluhan parkir liar, pemilik kendaraan parkir sembarang dan ini terjadi di sepanjang jalan obyek wisata menuju kawasan pantai Kuta.

Menyikapi hal ini, Kariyasa meminta pada pemangku kebijakan di Kabupaten Badung membuat kebijakan melakukan penataan infrastruktur jalan dan membangun kantong-kantong parkir yabg representatif.

“Kalau tidak dibarengi dengan penataan infrstruktur dipastikan akan kalah cepat dengan perkembangan ekonomi pembangunan,”katanya.

Kariyasa Adnyana menambahkan, sesungguhnya tata ruang pembangunan jalan guna mengurai kemacetan di Kabupaten Badung sebenarnya sudah ada akan tetapi sampai saat ini tak kunjung selesai. Badung dengan PAD yabg besar bisa membangun jalan baru guna mengurai kemacetan.

Oleh karenanya, Badung saat ini sudah memiliki pendapatan mengingat pariwisata sudah pulih, maka harus segera dibangun infrastruktur jalan.

Kariyasa Adnyana juga mengusulkan, keberadaan Central Parkir di Kuta juga harus ditata ulang. Bahkan kabupaten Badung yang memiliki kewenangan seharusnya segera membangun kantong parkir bertingkat dan sebagian dibangun kebawah tanah.

Diharapkannya, kebijakan yang pernah diterapkan jauh sebelumnya kembali ditertibkan. Central parkir harus dibangun tempat parkir dan kunjungan wisatawan ke pantai Kuta sebagai daerah tujuan wisata terutama yang menginap diluar Kuta, dilarang membawa kendaraan pribadi langsung menuju pantai Kuta.

“Mereka harus memarkir kendaraannya di Central Parkir. Mereka harus memanfaatkan suttle bus untuk berwisata keliling obyek wisata di sepanjang pantai Kuta. “Sepanjang pantai Kuta harus bebas dari parkir kendaraan,” pintanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here