Beranda Berita Kiat Bupati Yuni Entaskan Kemiskinan di Sragen

Kiat Bupati Yuni Entaskan Kemiskinan di Sragen

10
0

Mengulas tentang pengentasan kemiskinan adalah menu wajib yang harus selalu tersaji kala Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati berdiskusi tentang arah pembangunan Kab. Sragen. Pengentasan kemiskinan tidak hanya terfokus pada masyarakat menengah ke bawah (miskin), namun juga didorong pada paradigma kelembagaan penanggulangan kemiskinan, yang artinya adalah merambah seluruh komponen.

Tentu, fokus yang disajikan itu adalah sebagai upaya menuju pada sinergitas, konsistensi, dan keberlanjutan program pengentasan kemiskinan yang berbasis data serta melibatkan seluruh unsur (stakeholder). Sehingga perlahan, yang mulanya hanya sebatas cita-cita, namun saat ini terbukti mampu diwujudkan dengan turunnya tren kemiskinan yang mulanya pada tahun 2016 sebesar 14,38% menjadi 12,79% pada tahun 2019.

Sebagai suksesi cita-cita Bupati Yuni dalam mengentaskan kemiskinan di Kab. Sragen tidak lantas datang begitu saja. Menurutnya, hal itu datang melalui proses yang panjang, berjenjang, serta ikhtiar yang kuat melalui dukungan beberapa program unggulan. Sehingga di dalam ranah ikhtiar tersebut, terdapat 8 program jitu yang menjadi andalan Srikandi PDI Perjuangan asal Sragen itu.

Untuk lebih lanjutnya, berikut adalah 8 program jitu ala Kusindar Untung Yuni Sukowati;
1. Membentuk Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK)
Unit pelayanan satu pintu yang berada di bawah Dinsos ini berfungsi sebagai lembaga layanan permasalahan kemiskinan. Masyarakat akan memperoleh seluruh informasi yang lengkap terkait permasalahan kemiskinan serta informasi perihal solusi terbaik.
2. Pembiayaan atau Jaminan Kesehatan
Pembiayaan jaminan Kesehatan ini menyasar masyarakat tidak mampu (miskin) melalui bantuan pembayaran Preminya.
3. Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni
Pengoptimalan sumber dana untuk program ini adalah dengan turut menggandeng kerja sama kepada APBN KemenPupera, Kemensos, APBD Provinsi, APBD Kab. Sragen, CSR, dana desa, hingga Matra (Mitra Kesejahteraan Rakyat).
4. Sekolah Gratis dan Beasiswa untuk KK Miskin
Program ini menyasar pada pembiayaan sekolah jenjang SD hingga SMP untuk KK Miskin secara gratis. Selain itu, pada tingkat SMA dan perguruan tinggi akan diberikan beasiswa.
5. Optimalisasi Zakat ASN
Optimalisasi ini didukung melalui SK Bupati Nomor 451/456/004/2020 dan saat ini berhasil naik hingga 400%. Semula yang hanya terkumpul berkisar Rp. 150 juta per bulan, sekarang bisa mencapai Rp. 600 juga per bulan.

6. Perbaikan Infrastruktur
Akumulasi dana yang diperuntukkan untuk pembangunan jalan dan jembatan serta gorong-gorong dari tahun 2016 hingga tahun 2020 adalah sebesar Rp. 875.306.856.250,-. Presentase panjang jalan kondisi baik tahun 2016 sebesar 73.22% , dan akhir tahun 2020 presentasenya meningkat menjadi 78,24%.
7. Santunan Duka Cita (SANGDUTA)
Santunan ini diberikan kepada KK miskin yang meninggal dunia. Besaran santunan adalah Rp. 1.000.000,- dan rata-rata setiap tahun telah dianggarkan SANGDUTA sebesar Rp. 1.050.000.000,-.
8. Wisuda KK Miskin
Apabila terdapat masyarakat yang memilih mengundurkan diri dari label sebagai KK Miskin. Maka Pemkab akan melakukan wisuda kepada mereka dan memberikan bantuan modal usaha.

Meski demikian, ketika Bupati Yuni melakukan tinjauan langsung ke lapangan, nyatanya masih saja ditemukan ketidaksinkronan data KK Miskin berdasarkan DTKS. Sehingga untuk menyinkronkan data itu, Bupati Yuni selalu rutin untuk melakukan check and balance kolaborasi data yang diolah oleh Pemkab Sragen dengan BPS Kab. Sragen.

“Sinergitas, konsistensi, dan keberlanjutan program antar kelembagaan inilah yang menghadirkan sebuah terobosan inovatif. Sehingga kebijakan penanggulangan kemiskinan tidak bersifat temporer, tetapi permanen dan berkelanjutan. Bagi kami, pemimpin ialah mengabdi dan melayani. Hadir di tengah masyarakat dengan hati nurani untuk bersama-sama menciptakan solusi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here