Beranda Berita PDIP Tolak Rencana Nadiem Hapus Sejarah dari Mapel Wajib

PDIP Tolak Rencana Nadiem Hapus Sejarah dari Mapel Wajib

71
0

PDI Perjuangan menolak keras rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk menjadikan pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran pilihan dalam kurikulum baru.

Sekretaris Jenderal, PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto berpendapat bahwa Nadiem tak paham mengenai sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Menurut Hasto, kemerdekaan Indonesia justru lahir dari pemahaman sejarah para founding father Indonesia sehingga memunculkan kesadaran kritis untuk melawan penjajahan.

“PDI Perjuangan menolak keras berbagai bentuk pragmatisme pendidikan, termasuk menghilangkan mata pelajaran Sejarah dari kurikulum SMA dan SMK,” kata Hasto

Hasto menilai, pelajaran sejarah sangat penting sebagai ilmu pengetahuan untuk melihat peradaban bangsa. Menurutnya, seseorang bisa mengambil suatu nilai serta cita-cita dan akar kebudayaan bangsa dari masa lalu dari pelajaran sejarah.

“Bung Karno dalam pembuangan di NTT dan Bengkulu, paling gemar mengajar sejarah. Sejarah yang membangun cita-cita kemerdekaan, sejarah yang mengangkat akar nusantara sebagai bangsa besar yang mewarnai peradaban dunia,” kata dia

Melihat polemik ini, Hasto menilai Nadiem justru memiliki kesadaran yang rendah mengenai sejarah. Ia lantas meminta Nadiem untuk melihat lingkup Pendidikan dalam artian luas yakni Pendidikan yang memiliki dasar budi pekerti, Pendidikan karakter dan sebagai dasar dari kemajuan.

“Suatu bangsa akan kehilangan masa depan apabila meninggalkan sejarah,” kata Hasto.

Infonya, Kemendikbud berencana membuat mata pelajaran sejarah menjadi mata pelajaran tidak wajib bagi siswa SMA dan sederajat. Hal tersebut tertuang dalam rencana penyederhanaan kurikulum yang akan diterapkan Maret 2021.

Sejarah nantinya akan digabungkan dengan mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial di kelas 10, sementara di kelas 11 dan 12, mata pelajaran sejarah hanya masuk kelompok peminatan yang sifatnya tidak wajib.

Meski demikian, pihak Kemendikbud melalui Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Totok Suprayitno menyatakan kabar pelajaran sejarah akan keluar dari kurikulum tidak benar.

“Kemendikbud mengutamakan sejarah sebagai bagian penting dari keragaman dan kemajemukan serta perjalanan hidup bangsa Indonesia, pada saat ini dan yang akan datang,” kata Totok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here