Beranda Berita Pembiayaan Pusat Data Nasional Oleh Asing Berisiko Tinggi

Pembiayaan Pusat Data Nasional Oleh Asing Berisiko Tinggi

338
0

Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menilai pembiayaan pusat data nasional oleh pihak asing sangat berisiko tinggi.

Meski ada jaminan dari Kementerian Kominfo, namun politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini memandang hal tersebut berbahaya bagi keamanan NKRI.

“Ini sangat riskan. Pusat data nasional yang menyimpan seluruh data negara, dibiayai asing, bagaimana bila data-data tersebut disalahgunakan untuk kepentingan negara lain. Ini sangat riskan bagi keamanan dan keselamatan negara kita,” kata Hasanuddin

Diketahui, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPR RI dengan Menteri Kominfo, Senin (1/2/2021), Hasanuddin mempertanyakan mengapa pengelolaan Pusat Data Nasional tidak dibiayai oleh APBN saja.

Selain itu, kata Hasanuddin, Indonesia juga memiliki Pusat Data atau Data Centre di tiap Kementerian sehingga dapat digabungkan, kemudian menunjuk kementerian yang mengelolanya.

Sebelumnya, Menteri Kominfo, Johnny Plate menyebutkan jika pemerintah Perancis sedang melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemangku kepentingan tanah air menyoal pembiayaan tersebut.

“Pemerintah Perancis sedang melakukan pembicaraan pembiayaannya dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan, Kominfo tidak mengambil bagian di dalamnya karena itu domain Bappenas dan Kementerian Keuangan,” kata Johnny

Proses pembiayaan tidak dilakukan melalui APBN karena menurut Johnny masih ada pemanfaatan fiskal nasional untuk kepentingan lain selain masih dapat bantuan pembiayaan luar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here