Beranda Berita Petani Porang di Magetan Kesulitan Ajukan KUR

Petani Porang di Magetan Kesulitan Ajukan KUR

5
0

Petani porang di Kabupaten Magetan mengeluhkan soal permodalan jelang masa tanam. Mereka membutuhkan dukungan program pinjaman modal dari bank. Salah satunya dari BRI yakni melalui kredit usaha rakyat (KUR). Dari 95 petani binaan di yang berada di beberapa kecamatan seperti Parang, Plaosan, Poncol, Lembeyan, dan Ngariboyo, Karas, hanya tujuh orang yang pinjamannya cair.

Meski dua diantaranya mendapatkan pinjaman tak sesuai dengan jumlah yang diajukan. Mereka pun wadul ke Diana Sasa, anggota DPRD Provinsi Jatim Fraksi PDI Perjuangan di Desa Pragak, Parang, Magetan, Rabu (3/10/2021)

Sayidiman, Koordinator Petani Porang asal Parang mengungkapkan kalau di awal Bank BRI memberikan syarat yakni harus ada wadah yang bertanggung jawab dan menjamin serta bisa memberikan rekomendasi terkait pengajuan pinjaman modal ke BRI.

Salah seorang petani porang yakni Fikri mengungkapkan bahwa dirinya mengajukan pinjaman pada September 2021. Warga Desa Pragak, Parang, Magetan itu sudah menjalani survey pada 20 Oktober oleh pihak bank. Namun, pria yang memiliki lahan porang setengah hektar itu sampai kini belum cair.

Keluhan juga disampaikan oleh Baharudin, petani orang asal Desa Nglopang, Parang, Magetan. Pria yang mengelola lahan porang seluas 1,5 hektar itu mengajukan pinjaman Rp 50 juta. Namun, yang dicairkan hanya Rp 10 juta. “Kalau 10 juta, kami bingung juga Mbak, buat modal beli bibit dan operasional saja tidak cukup,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here