Beranda Berita Pihak Istana Bantah Tuduhan Jokowi Tidak Percaya Diri Sampai Pakai Jasa Influencer

Pihak Istana Bantah Tuduhan Jokowi Tidak Percaya Diri Sampai Pakai Jasa Influencer

56
0

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, membantah adanya anggapan yang menyebutkan Presiden Jokowi tidak percaya diri dengan programnya sehingga memakai jasa influencer yang menyedot dana yang fantastis.

“Saya kira tidak. Karena namanya program harus dipahami sampai ke pelosok, sampai ke desa-desa, ke daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh media,” ujar Donny.

Menurutnya, keputusan menggandeng influencer tersebut agar program sampai ke masyarakat yang umumnya sudah melek dengan media sosial.

“Influencer itu kan kita tahu menggunakan sosmed. Sosmed kan banyak yang menggunakan. Jadi saya kira bukan tidak percaya diri tapi jangkauannya lebih luas, terutama di kalangan milenial,” tutur Donny.

Sekira 40 persen populasi penduduk Indonesia merupakan kelompok milenial, hal tersebutlah yang mendasari adanya kerjasama dengan influencer.

“Karena 40 persen populasi kita milenial, sehingga program-program itu bisa dipahami. Misalnya, bansos. Orang kan tidak tahu bagaimana melakukan bansos, daftarnya kemana, prosedurnya seperti apa,” kata Donny.

“Bukan tidak percaya dengan kebijakannya. Kebijakannya sih fine-fine saja, tapi supaya semua orang paham bahwa kebijakan ini suatu yang baik dan bermanfaat,” Donny menambahkan.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan pemerintah untuk jasa influencer tersebut. ICW menilai bahwa Presiden Jokowi sedang tidak percaya diri akan programnya sendiri.

Beragam data belanja anggaran untuk pengadaan aktivitas barang dan jasa dan pelibatan influencer ditemukan ICW melalui situs LPSE kementerian, lembaga pemerintah non kementerian. Hingga 2020, pemerintah telah menggelontorkan Rp1,29 triliun untuk belanja terkait aktivitas di sektor digital.

Aktivitas digital yang dimaksud ialah pengadaan melalui media sosial, YouTube, maupun menggandeng influencer.

“Jika ditelusuri berdasarkan kata kunci, ditemukan bahwa aktivitas digital banyak dilakukan melalui media sosial,” kata peneliti ICW Egi Primayogha dalam diskusi bertajuk Aktivitas Digital Pemerintah: Berapa Miliar Anggaran Influencer?

Seperti diketahui, untuk menggandeng influencer pemerintah menggelontorkan Rp90,45 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here