Beranda Uncategorized Pramono Anung: Istana Tak Ingin Citra Polri Tercoreng Akibat Kasus Brigadir J

Pramono Anung: Istana Tak Ingin Citra Polri Tercoreng Akibat Kasus Brigadir J

140
0

Sekretaris Kabinet RI, Pramono Anung meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyelesaikan kasus kematian Brigadir J dengan cepat. Menurutnya, permintaan ini sesuai arahan Presiden RI Jokowi yang merus menerus disampaikan.

Menurut Pramono Anung, gara-gara kasus ini citra kepolisian di mata masyarakat menjadi tercoreng. Apalagi tersangkanya merupakan polisi aktif di institusi kepolisian RI. Dia mengatakan, Presiden tidak ingin isi ini terus berkembang dan semakin rumit

Oleh karena itu, Pramono Anung mendorong Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka fakta yang sebenarnya, dan tidak menghianati masyarakat. Apalagi kasus kematian Brigadir Yoshua sudah terlanjur viral dan mendapat perhatian masyarakat.

“Arahan Presiden sehingga tentunya Presiden mengharapkan ini bisa terselesaikan supaya citra Polri tidak babak belur seperti saat ini,” kata Pramono Anung di Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah pengacara Bharada E, Muhammad Boerhanuddin menyampaikan pengakuan terbaru kliennya. Bharada E mengatakan bahwa tidak ada insiden tembak menembak di rumah tersebut.

Kemudian, Bhadara E juga mengaku pistol Brigadir J sengaja ditembakkan ke arah dinding supaya terkesan ada peristiwa baku tembak. Dia juga membantah tuduhan bahwa Brigadir J melakukan pelecehan seksual, padahal fakta sebenarnya tidak.

Lebih lanjut, Boerhanuddin mengatakan bahwa Bharada E mengaku menembak Brigadir J karena ada tekanan dari atasan. Namun, ia tak mengatakan siapa atasan yang dimaksudnya itu. “Dari BAP dan keterangan kepada kuasa hukum, dia mendapatkan tekanan dapat perintah untuk menembak, itu saja,” pungkas Boerhanuddin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here