Beranda Uncategorized Rahmad Handoyo Sambut Positif Rencana WHO Jadikan Indonesia Pusat Produksi Vaksin Covid...

Rahmad Handoyo Sambut Positif Rencana WHO Jadikan Indonesia Pusat Produksi Vaksin Covid Asia Tenggara

220
0

Rencana WHO yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi vaksin Covid-19 di Asia Tenggara disambut positif Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. Menurutnya, hal ini sesuai dengan langkah Indonesia yang sedang memperkuat ketahanan kesehatan secara regional dan nasional.

“Rencana pusat produksi vaksin Asia Tenggara dari WHO ini harus kita sambut positif,” kata Rahmad kepada wartawan, Jumat (25/2).

Indonesia sendiri, kata Rahmad, sudah memiliki pengalaman panjang untuk produksi vaksin Covid melalui Badan Uaha Milik Negara (BUMN) Farmasi, PT Bio Farma (Persero). Sehingga apabila rencana ini teralisasi, maka tidak akan sulit bagi Indonesia melakukannya.

“Kita kan sudah punya pengalaman (produksi vaksin), jadi saya kita tidak sulit bagi kita. mau itu itu menanam investasi atau bekerja sama dengan Bio Farma untuk memproduksi ya pasti bisa dilakukan,” ungkap politikus PDIP ini.

Rahmad pun yakin, Pemerintah berserta Parlemen akan mensupport rencana WHO ini apabila benar terealisasi.

“Kalau benar terjadi, saya yakin pasti akan disupport penuh oleh pemerintah dengan mempermudah fasilitas, perizinan atau hal pendukung lainnya. DPR juga pasti mendukung. Apalagi ini jadi langkah yang baik buat Indonesia,” tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut World Health Organization (WHO) memberi sinyal menjadikan Indonesia sebagai hub atau pusat produksi vaksin Covid-19 di Asia Tenggara.

Menurutnya, hal tersebut tak lepas setelah Indonesia ditunjuk sebagai salah satu penerima manfaat dari transfer teknologi vaksin berbasis messenger RNA (mRNA).

“Kolaborasi yang baik antara Menkes, Menlu dan kami, dari BUMN yang membuat WHO memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk membuat vaksin mRNA,” ujar Erick dalam keterangannya, Kamis (24/2/2022).

Erick mengatakan, PT Bio Farma (Persero) menjadi perusahaan Indonesia yang akan memproduksi vaksin mRNA. Dia menjelaskan, induk holding BUMN farmasi itu telah lama dikenal sebagai manufaktur vaksin terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas produksi biofarma mencapai 3,2 miliar meliputi 14 jenis vaksin yang sudah diekspor ke lebih dari 150 negara.

“Kepercayaan dari WHO ini hanya permulaan. Ini juga bagian dari program transformasi besar-besaran yang sedang kami lakukan di holding BUMN farmasi,” imbuh Erick.

Dia menuturkam, tujuan transformasi holding farmasi salah satunya untuk menyediakan produk dan layanan kesehatan berkualitas tinggi yang terintegrasi, terjangkau, dan fokus pada pelanggan.

Erick menilai persoalan pemerataan vaksin hingga transfer teknologi harus menjadi prioritas dalam mengatasi persoalan sektor kesehatan, seperti kala pandemi terjadi.

Baginya, sektor kesehatan memiliki dampak besar dalam sektor lain seperti ekonomi, pendidikan, hingga sosial. Oleh karena itu, BUMN pun menjadikan kesehatan sebagai satu bagian dalam ekosistem ekonomi, pendidikan, hingga teknologi yang sedang dibangun BUMN.

“Karena ketika kita bicara tentang kesehatan, kita tidak hanya bicara tentang kegiatan kesehatan semata, tapi kita juga bicara tentang ekonomi, pendidikan, sosial, dan lain-lain,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here