Beranda Berita Arteria Dahlan Kutuk Keras Aksi Terorisme

Arteria Dahlan Kutuk Keras Aksi Terorisme

3
0

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan mengatakan bahwa serangkaian teror yang terjadi di Tanah Air belakangan ini adalah teror yang gagal, karena justru membuat masyarakat semakin bersatu dan solid.

“Ini teror dan masuk ke dalam Undang-Undang 5/2018 (UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme). Tapi teror ini saya pastikan tidak membuat gemetar. Tidak membuat takut bahkan menjadikan rakyat ini bangsa ini semakin solid, bahkan bersatu padu, semakin percaya bahwa negara ini hadir dan alat kelengkapan ini hebat. Ini teror yang gagal saya katakan,” kata Arteria dalam Polemik MNC Trijaya bertajuk ‘Bersatu Melawan Teror’, Sabtu (3/4/2021).

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan, dirinya sangat mengutuk keras dan mengecam aksi bom bunuh diri, termasuk juga kejadian terakhir yang ada di Mabes Polri. Ini merupakan aksi biadab, melawan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai moral.

Dia pun sependapat dengan Ketua PBNU Robikin Emhas bahwa tidak ada suatu agama apa pun, yang mengajarkan umatnya untuk membenci, mengajarkan perilaku kekerasan, bahkan membunuh umat beragama lain.

Untuk itu, Arteria juga meminta kepada Kapolri dan BNPT mengusut tuntas aksi teror ini. Menangkap pelaku, aktor intelektual, mengungkap motifnya dan menghukun dengan tegas.

“Untuk Polri, BIN, karena BIN bukan mitra kami, BNPT dan seluruh AKD yang menjadi mitra kami (Komisi III) jangan takut, jangan ragu, lakukan tindakan tegas terukur, kalau harus membuat mati biarkanlah, karena ada kepentingan yang lebih besar yang harus dihadapkan,” ujarnya.

Menurut Arteria, bangsa Indonesia bersyukur punya BIN yang hebat, punya Densus 88 yang hebat, punya NU yang hebat, sehingga aksi-aksi teror semacam ini tidak mempan.

“Saya katakan mainan begini akan membuat kita semakin solid, semakin kuat, semakin kokoh. Makin dimainkan seperti ini saya pastikan tidak berhasil,” tegas Arteria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here