Beranda Berita Asvi: Ribka Tak Pernah Menulis 85 Persen PDIP Itu PKI

Asvi: Ribka Tak Pernah Menulis 85 Persen PDIP Itu PKI

102
0

Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam menyayangkan stigmatisasi terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) yang masih berlangsung di Indonesia.

Menurutnya, stigma terus diterima oleh keturunan dari para pihak yang dituduh rezim Orde Baru (Orba) terkait PKI. Mereka dianggap PKI hanya karena orang tuanya pernah dianggap PKI oleh rezim Orba.

Asvi menjelaskan itu dalam diskusi virtual bertema Ngeri-Ngeri Kebangkitan PKI yang dipandu pemimpin redaksi Historia, Bonnie Triyana, Selasa (7/7).

“Kalau seseorang jadi PKI, anaknya tak menanggung dosa dia. Itu sama dengan jika seorang ayah melanggar huku, anaknya kan tak harus diadili. Kita tak menganut dosa turunan,”kata Asvi

Ia juga mencotohkan bagaimana stigma tak berdasar terus ditujukan kepada Ribka Tjiptaning, salah satu seorang anggota DPR dan politikus PDI Perjuangan (PDIP). Stigma itu muncul karena ribka menulis sebuah buku tentang pengalamannya sebagai anak dari orang tua yang dituduh PKI. Dan sampai sekarang ini Ribka dianggap PKI.

Dan dari situ DPR dianggap mengakomodasi PKI. Dan lebih buruknya lagi PDIP sampai dituduh mempunyai 85% anggota bekas PKI.

“Kalau bapaknya PKI atau anggota organisasi kemasyarakatan kiri, anaknya tidak otomatis menganut ajaran komunis, apalagi ajaran itu tidak bisa dikembangkan di Indonesia. Stiga terhadap anak PKI itu seharusnya bisa dihilangkan,” tegas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here