Beranda Uncategorized Banggar DPR Optimis Pertumbuhan Ekonomi Nasional Makin Baik

Banggar DPR Optimis Pertumbuhan Ekonomi Nasional Makin Baik

80
0

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menyampaikan bahwa Indonesia mampu membuktikan sebagai negara yang kuat di masa pandemi. Sebab, sampai kuartal III 2021, perekonomian Indonesia tumbuh 3,24 persen, sehingga dirinya optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan naik dan makin baik.

“Melihat pergerakan sektor riil di kuartal IV 2021, saya optimis pertumbuhan ekonomi kita di sepanjang 2021 bisa tumbuh minimal 4 persen. Prestasi ini menjadi modal yang baik untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen di tahun depan,” ujar Said dilansir dari laman resmi DPR RI, Kamis, 30 Desember 2021.

Diterangkannya, tahun 2021 dimaknai bersama sebagai tahun pandemi. Pada masa tersebut, menurutnya, Banyak tudingan bahwa negara demokrasi besar tidak efektif pemerintahannya dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Namun dengan dukungan politik yang kuat, membuat pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo(Jokowi) sangat efektif. Hal tersebut terlihat dari capaian Indonesia yang mampu mengendalikan COVID-19 dalam 3 bulan, yakni dari akhir Juni hingga akhir September 2021.

“Sampai penghujung tahun 2021, kita masih berhasil mempertahankan flattening the curve. Capaian ini patut kita syukuri, dengan tetap waspada atas ancaman varian omicron,” terangnya.

Said mengungkapkan, beberapa prestasi berhasil dicapai Indonesia, diantaranya Pendapatan negara hingga Desember 2021 mencatatkan kinerja yang luar biasa. Kinerja perpajakan, bea cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melampaui target yang diamanatkan oleh Undang Undang APBN 2021.

“Selama dua belas tahun, terhitung sejak 2008 kinerja perpajakan kita secara beruntun langganan shortfall. Berkat kerja keras banyak pihak, khususnya Ditjen Pajak realisasi penerimaan perpajakan kita melampaui 100 persen,” tuturnya.

Tak hanya itu, neraca perdagangan Indonesia, lanjut politisi PDI-Perjuangan ini, mencatatkan torehan surplus selama 19 bulan secara beruntun. Puncaknya pada Oktober 2021 lalu, neraca perdagangan Indonesia mencapai 5,73 miliar dolar AS, mengalahkan torehan pada Agustus 2021 sebesar 4,74 miliar dolar AS.

Menurutnya, fenomena supercycle commodity, atau lonjakan harga komoditas dasar akibat adanya kenaikan permintaan secara global inilah yang menjadi berkah neraca perdagangan Tanah Air. “Prestasi ini menambah modal ekonomi kita menghadapi tahun 2022. Sukses pencapaian pendapatan negara di tahun ini akan berkontribusi menurunkan defisit APBN kita,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here