Beranda Uncategorized Jembatan Ambruk di Cidaun, Bupati Cianjur: Kita Sudah Mengusulkan ke BNPB

Jembatan Ambruk di Cidaun, Bupati Cianjur: Kita Sudah Mengusulkan ke BNPB

75
0

CIANJUR – Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku sudah mengusulkan penanganan perbaikan dua jembatan ambruk di Kecamatan Cidaun ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dirinya mengungkapkan total ada empat jembatan yang diusulkan.

Meski tidak menyebutkan secara rinci, namun Herman, mengeaskan, dirinya sudah komunikasi dan juga didorong oleh Anggota DPR RI Komisi VIII, Diah Pitaloka dari Fraksi PDI Perjuangan.

“Untuk jembatan yang sempat viral, menggunakan ban penyebrangannya, itu sudha kami usulkan ke BNPB. Dan itu sudah komunikasi dan juga di dorong oleh Bu Diah (Anggota DPR RI) Komisi VIII,” katanya di Pendopo Bupati, Jumat (31/12/2021).

Herman berharap, empat jembatan yang sudah diusulkan ke BNPB bisa terealisasi. Dirinya pun memastikan jika Pemda melalui BPBD sudah menyalurkan bantuan bagi warga.

“Bantuan dari pemda bagi warga, BPBD kemarin sudah dikirim segala sesuatnya. Dimana setiap ada kejadian bencana alam, BPBD turun memberikan bantuan,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, ambruknya dua jembatan yang menuju Desa Neglasari dan Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, mengakibatkan warga setempat harus menggunakan ban untuk menyebrangi sungai.

Kondisi ini pun menyita perhatian Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Partai Gerindra, Diki Ismail. Dirinya dengan tegas, meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur serius menangani hal tersebut.

Diki menjelaskan, jembatan penghubung antara Desa Cibuluh dengan Gelarpawitan yang ambruk beberapa waktu lalu akibat terjangan banjir bukan jembatan utama melainkan sementara.

“Itu sebetulnya sudah jembatan sementara yang terkena banjir, artinya hampir setahun jembatan itu dibiarkan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur,” katanya, Kamis (30/12).

Sedangkan untuk jembatan gantung yang menghubungkan Neglasari dan Gelarpawitan, jelas Diki, memang baru ambruk akibat banjir. Tetapi untuk jembatan utama sampai masyarakat menyebrang menggunakan ban itu sangat miris.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur serius dalam arti tidak hanya survei, tapi betul-betul dianggarkan. Apalagi ini menyangkut akses ekonomi warga masyarakat Gelarpawitan khususnya dan umumnya Kecamatan Cidaun,” katanya

Diki mengaku sudah menghubungi Dinas PUPR Kabupaten Cianjur dan menjawab akan mengusahakan.

“Kalau tidak ada di Kabupaten Cianjur anggarannya itu sangat disayangkan, karena ini urgent. Ada anggaran yang kita bisa pakai ketika ada hal-hal yang urgent,” ucapnya.

“Saya berharap apa yang terjadi hari ini, khususnya pak bupati ataupun Pemerintah Kabupaten Cianjur serius menanggapi, menangani kaitan dengan jembatan yang ada di desa perbatasan Cibuluh dan Gelarpawitan. Kalau tidak mampu jangan PHP dengan warga masyarakat kami di selatan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here