Beranda Berita Diduga Menyebarkan Hoaks, PDI Perjuangan: Pemberitaan Koran Tempo Terkait Pertemuan Megawati-Moeldoko Menyesatkan...

Diduga Menyebarkan Hoaks, PDI Perjuangan: Pemberitaan Koran Tempo Terkait Pertemuan Megawati-Moeldoko Menyesatkan Tanpa Bukti

37
0

PDI Perjuangan menyatakan protes keras terkait pemberitaan Tempo edisi Senin, 15 Maret 2021 yang selama ini sangat menyudutkan PDIP. Dalam pemberitaan tersebut, Koran Tempo secara tendensius membangun narasi negatif seolah-olah telah terjadi pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Krisyanto memastikan bahwa informasi pertemuan yang dikait-kaitkan dengan KLB Partai Demokrat itu adalah info hoaks yang menyesatkan.

“Pemberitaan secara sepihak Koran Tempo yang sepertinya ada pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri dengan Pak Moeldoko sama sekali tidak berdasar, dan pertemuan tersebut sama sekali tidak terjadi. Apa yang diberitakan Koran Tempo telah melanggat prinsip dan etika jurnalistik.” Ujar Hasto melalui keterangan tertulis yang kami terima pada Senin (15/03).

Menurutnya, sejak awal seluruh kader PDI Perjuangan diajarkan untuk tidak pernah melakukan intervensi terhadap urusan rumah tangga Partai politik lain. Terlebih lagi, PDIP memiliki sejarah yang sangat panjang saat dulu melawan intervensi rezim orde baru pada partai yang dulu bernama PDI ini.

“PDI Perjuangan memiliki pengalaman panjang bagaimana kedaulatan Partai diintervensi kekuasaan Orde Baru. Ibu Ketua Umum Partai juga memiliki pengalaman bagaimana dikhianati, namun pada saat bersamaan kami lebih memilih langkah konsolidasi, menyatu dengan rakyat, dan membangun keyakinan, Satyam Eva Jayate bahwa kebenaran akan menang” ungkapnya.

Hasto mengatakan bahwa selama ini PDIP memiliki keyakinan Satyam Eva Jayate, yakni pemahaman terkait keberpihakan pada kebenaran. Keyakinan inilah yang selama ini mendorong partai agar terus menempuh jalan ideologi, jalan kerakyatan, jalan kebenaran yang bertumpu pada Pancasila, UUD 1945, dan terus menggali pemikiran Bung Karno bagi bangsa dan negara Indonesia.

“Bahkan terhadap Pak Harto yang sangat otoriter, dan korban yang begitu banyak di kalangan rakyat tidak berdosa, Partai pun memilih jalur hukum ketika kongres Partai diintervensi kekuasaan dan kantor Partai diserang.” Tandasnya.

PDIP bahkan berkeyakinan, meskipun saat ini terus terzalimi oleh pemberitaan-pemberitaan negatif dan berbagai serangan di berbagai media, namun kenyataannya PDIP tetap kokoh menjadi partai yang terus dipercaya oleh masyarakat. Menurutnya, kebenaran akan menemukan jalannya sendiri, bahwa perjuangan PDIP selama ini adalah konsisten berjuang untuk kepentingan rakyat kecil.

“Demikian pula ketika ada yang membangun kesan terzolimi dengan motif popularitas, seluruh anggota dan kader Partai selalu bertahan pada keyakinan bahwa siapa yang menebar angin akan menuai badai. Politik itu pengabdian, berkeadaban, dan membangun masa depan. Mereka yang mendapatkan kekuasaan politik dengan tidak benar, akan mendapatkan karma politik. Itulah keyakinan dan ajaran leluhur.” ujarnya.

Oleh karena itulah, kata Hasto, PDIP secara institusi politik menyatakan protes keras kepada Koran Tempo yang menurutnya telah melanggar kode etik jurnalistik dan ikut berperan menyebarkan fitnah yang sangat keji pada PDIP melalui informasi hoaks seperti ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here