Beranda Berita Indonesia Harus Aman Dari Tindakan Kekerasan

Indonesia Harus Aman Dari Tindakan Kekerasan

63
0

Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko turut berkomentar terkait kasus penusukan Syekh Ali Jaber saat berceramah di Bandar Lampung.

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di Kota Solo yang menimpa tiga habib, yakni Habib Umar Assegaf, Habib Hadi Umar dan Habib Husin Abdullah sata menghadiri acara midodareni doa di malam sebelum akad nikah yang digelar di Jalan Cempaka, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. Dari kejadian tersebut, ketiga habib mengalami luka-luka.

“Habib di Solo yg melebur dengan kebudayaan Jawa dianiaya ramai-ramai hingga gegar otak setelah dicap kafir,“ ujarnya.

Ia pun menyinggung peristiwa terbaru saat ini “Habib penyeru perdamaian & persatuan ditusuk di Lampung,” bebernya.

Menurut Budiman, Indonesia harus menjadi tempat yang aman bagi mereka yang menyerukan kebaikan. “Indonesia harus jd tempat aman untuk penyeru kebaikan. Bukan jd tempat nyaman untuk penyeru kerusakan!,”pungkasnya.

Cuitan Budiman itu pun ditanggapi beragam oleh warganet. “Mas Budiman, kejadian demi kejadian yang makin brutal dari kelompok intoleran, baik terhadap non muslim maupun sesama muslim yang bagi mereka tidak sepemahaman, maka akan di hajar. Apa yang harus kita lakukan, sementara aparat dan pemerintah sangat hati2 atau sengaja diam-diam saja?,” beber akun Twitter @joseph_hono.

Budiman pun merespon pertanyaan warganet tersebut, “Diam-diam saja pasti tidak. Tapi sangat hati-hati iya. Ini seperti mau melepaskan kaki Indonesia yang sudah terlanjur menginjak ranjau. Ada yang menaruhnya. Salah sentuh, bisa meledak semua,” ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid pun meminta kepolisian tak mengaburkan pelaku penusukan ulama kondang, Syekh Ali Jaber sebagai orang gila.

Dari keterangan tersebut, pelaku penusukan tersebut AR (26) itu disebut sempat mengalami depresi. Kendati demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa karena masih dapat menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan petugas.

Hidayat menambahkan bahwa jika dilihat dari unggahan foto netizen di media sosial, AR masih bisa beraktivitas terlihat dari pelaku yang tengah berswafoto dan makan bakso. “Netizen saja bisa mengunggah foto-foto si penusuk lagi selfi ria dan makan bakso pula,” katanya.

Hidayat pun meminta agar polisi mengusut tuntas dan menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku. “Polisi agar usut tuntas, berikan sanksi keras, agar negara hukum tegak dan umat tidak selalu cemas,” ucapnya.

Diketahui saat ini kepolisian sudah menetapkan AR sebagai tersangka penusukan. Proses hukum di kepolisian bakal terus berjalan meskipun Nampak ada pengakuan dari kerabat AR bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.

Pelaku terancam hukuman lima tahun penjara atas tindakan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Pelaku yang berusia 26 tahun itu diketahui tiba-tiba berlari naik ke atas panggung dan menusuk Syekh Ali Jaber mengunakan senjata tajam jenis pisau. Saat itu, sang Dai sedang melakukan tanya jawab dengan dua orang hafidz quran.

Beruntung Syekh Ali langsung mengelak sehingga tusukan pisau hanya mengenai lengan kanannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here