Beranda Berita Megawati Soekarnoputri Bilang Itu Namanya Bodoh

Megawati Soekarnoputri Bilang Itu Namanya Bodoh

44
0

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjukkan tujuh buku untuk dibaca oleh calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mengikuti Sekolah Partai Gelombang III.

Menurutnya, buku itu bisa menjadi pedoman unutk menjadi pemimpin agar paham sejarah, Pancasila, isu antikoripsi, hingga perempuan dan anak.
“Nanti ada buku-buku wajib yang coba diarahkan untuk dibaca,” kata Megawati Soekarnoputri

Megawati menyebut buku pertama dengan judul ‘Di Bawah Bendera Revolusi’
Menurutnya, anak-anak muda jaman sekarang tak mengetahui sosok Proklamator RI Soekarno. Banuak yang memberi pendapat sinis seakan Soekarno hanyalah orang biasa yang kebetulan Pertama RI.

“Saya bilang itu namanya bodoh. Kalau kamu mau jadi pintar, baca dulu perjuangan beliau itu apa. Itu fakta sejarah,” kata Megawati
Lalu buku kedua yang disebut berjudul ‘Sarinah’.

Menurut Mega, membaca ‘Sarinah’ makin kontekstual di tengah kondisi kaum perempuan Indonesia yang masih mengalami berbagai kekerasan.

Ditengah pandemic covid, laporan yang masuk menunjukan kekerasan rumah tangga terhadap perempuan dan anak makin meningkat.

“Kalian para bapak kan punya istri, punya anak perempuan. Tolong dilindungi dengan baik. Jangan mereka dipukul, ditampar. Itu yang harus diperhatikan,” kata Megawati

Buku ketiga yang disebut Megawati adalah ‘Pidato Lahirnya Pancasila’ untuk mengetahui mengapa falsafah bernegara itu lahir. Lalu ada juga buku ‘Membangun DUnia Kembali-To Build A World A New’ yang berisi pidato Bung Karno saat di PBB yang mendapatkan apresiasi besar dari perwakilan berbagai negara saat itu.

“Bagaimana kalian akan mempunyai inspirasi kalau dalam pikiran itu tidak ada isinya. Saya sangat sedih kalau melihat ada yang diambil oleh KPK. KPK itu saya yang buat loh, jangan lupa loh, kalau ndak percaya lihat sejarah pembentukan KPK. MK saya buat, KPK saya buat, untuk apa? Untuk mendisiplinkan kalangan pemimpin dan rakyat. Namun, kan kebanyakan, mana ada rakyat yang bisa korupsi? Yang korupsi pasti kalangan elite,” beber Megawati.

Buku kelima yang disebut Megawati adalah ‘Indonesia Menggugat’ yang berisi gugatan Bung Karno terhadap penjajah yang memasukkannya ke dalam penjara.

Yang keenam adalah ‘Mencapai Indonesia Merdeka’. Dari buku itu, para calon kepala daerah akan memahami mengapa Indonesia merdeka dan mengapa bisa menjadi pemimpin.

“Kalau tidak merdeka, apakah kalian bisa menjadi pemimpin? Tidak bisa, kalian hanya menjadi budak, karena pada waktu itu dijajah 350 tahun. Apakah itu tidak menyedihkan?” ujar Megawati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here