Beranda Berita Mewaspadai Aksi KAMI Menunggangi Demo Buruh

Mewaspadai Aksi KAMI Menunggangi Demo Buruh

74
0

Kelompok Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tidak berhenti membuat kontroversi yang menghebohkan. Setelah mengadakan deklarasi dan menuntut diputarnya film G30S PKI, sekarang mendukung aksi para buruh untuk mogok kerja dan berdmeo, untuk menentang omnibus law. Banyak pihak yang mencibir karena KAMI hanya mampu nebeng ketenaran dan aji mumpung.

Aksi para buruh untuk mogok kerja secara massal dan dilanjutkan dengan demo menentang omnibus law, akan diadakan tanggal 6 hingga 8 oktober 2020. Yang membuat unjuk rasa ini akan dibubarkan adalah karena dilakukan saat masa pandemi. Terlebih, dikhawatirkan akan ada penunggangan dari provokator dan pihak lain yang licik dan memanfaatkan panasnya situasi.

Hal ini dibuktikan dari pernyataan KAMI yang berisi dukungan kepada kaum buruh. Bahkan mereka menggerakkan simpatisan di berbagai daerah untuk ikut menyokong pemogokan tersebut, karena merupakan sebuah perjuangan untuk menuntut hak. KAMI juga berpendapat bahwa jika omnibus law RUU Cipta Kerja diresmikan, akan ada kekacauan di Indonesia.

Penulis sekaligus pegiat sosial Denny Siregar menyatakan bahwa KAMI jelas menunggangi aksi para buruh. Ia juga bertanya kepada masyarakat, akan berpihak di kubu mana? Dalam artian, masyarakat disuruh memilih antara pro KAMI atau pro pemerintah. Tentu rakyat akan tetap mendukung pemerintah dan menolak KAMI yang hanya bisa bicara tanpa prestasi.

Pernyataan KAMI tentang keberpihakan pada buruh juga membuat suasana makin panas jelang pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Jangan sampai ada demo besar-besaran yang berujung tindakan anarki, karena provokasi KAMI. Aksi damai yang berujung petaka bisa terjadi, karena mereka
mengembuskan pengaruh agar buruh membenci pemerintah.

Janji KAMI untuk menyelamatkan Indonesia sudah jelas gagal jika mereka menunggangi aksi buruh. Bagaimana negeri ini bisa selamat jika mereka hanya bisa memprovokasi masyarakat? Buruh dan pemerintah diadu. Pekerja dan aparat dipertarungkan. Kalah jadi arang, menang jadi abu. Yang tersisa hanya seribu penyesalan karena terbakar emosi.

Jika KAMI ingin menunggangi aksi buruh, maka sudah jelas bagaimana karakter asli mereka. Ingin viral tanpa prestasi tapi nebeng ketenaran berita orang lain. Waspadalah atas segala hasutan provokator saat pemogokan massal dan demo buruh tanggal 6 hingga 8 september.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here