Beranda Berita Pro Kontra Penggabungan BUMN Pariwisata ke ‘Holding’ Aviasi

Pro Kontra Penggabungan BUMN Pariwisata ke ‘Holding’ Aviasi

66
0

Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty memberikan saran agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pariwisata sebaiknya tidak dimasukan ke holding BUMN penerbangan atau aviasi.

Menurutnya, kedua sektor industri BUMN pariwisata dan penerbangan berbeda antara satu dengan yang lainnya, tidak seperti Holding Pupuk atau perkebunan atau semen yang seragam.

“Saya berpendapat sebaiknya BUMN pariwisata tidak digabungkan dengan (holding Aviasi) sebab implementasi kerjanya berbeda,” ujar Evita.

Industri pariwisata memiliki peran besar dalam pembangunan Indonesia yang dinilai memiliki sektor besar kedua dalam menghasilkan devisa maupun total revenue.

“Alangkah baiknya (BUMN) pariwisata dijadikan holding tersendiri, kita butuh konsolidasi, kita butuh pariwisata tetap di depan. Alasannya pariwisata adalah lokomotif pembangunan ekonomi dan sektor lainnya,” katanya.

Menurutnya, sektor pariwisata juga harus didukung oleh semua sektor transportasi termasuk penerbangan mengingat hal ini diperlukan untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia yang sangat mengendalikan pariwisata.

Selanjutnya, ia juga berkata bahwa salah satu alasan menggabungkan BUMN pariwisata untuk masuk Holding Aviasi adalah untuk menggaet pasar yang lebih luas, namun dengan menjadi holding tersendiri pun sektor pariwisata telah meraih pasar yang lebih luas. Evita berharap BUMN pariwisata bisa makin bebas bergerak dan inovatif dalam menghadapi tantangan regional dan global yang makin kompetitif.

Hal ini tentu bertentangan dengan pendapat para pakar. Sebelumnya Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai positif wacana untuk menyatukan BUMN penerbangan dan pariwisata.

Menurut Direktur Eksekutif Core itu, sektor penerbangan mempunyai implikasi yang penting bagi perkembangan pasar wisata.

Dalam hal ini, penerbangan juga membuka peluang besar bagi peningkatan sektor ekonomi yang berhubungan dengan kepariwisataan. Maka dari itu, sektor penerbangan dan pariwisata harus dapat terintegrasi agar dapat saling mendukung dimana jika dilihat keduanya saling mempengaruhi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here