Beranda Uncategorized Industri Film dan Kekerasan Pada Anak

Industri Film dan Kekerasan Pada Anak

56
0

Maraknya Kekerasan pada Anak, Butuh Solusi Mendasar

Sungguh pilu, saat kenyataannya masih banyak anak-anak di negeri ini yang kehilangan masa kecil mereka. Tidak pandang bulu, baik di kota maupun di pelosok desa, masih banyak anak-anak yang harus hidup dalam kesakitan dan luka, bahkan membawa kisah kelam itu hingga mereka dewasa.

Peningkatan kasus kekerasan pada anak telah menjadikan Kota Kendari sebagai kota dengan kasus paling banyak sejak 2020 lalu, sungguh ironi, padahal Kota Kendari mendapatkan penghargaan sebagai kota layak anak dari mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, yang diterima langsung oleh Hj. Nahwa Umar, 2019 lalu.

Kepala Seksi Bidang Data Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Sultra, Darwin menyebutkan bahwa salah satu pemicu terjadinya kekerasan pada anak karena masalah COVID-19. Karena ekonomi saat ini merosot sehingga terjadi kesalahpahaman, mudah naik tensi, ditambah lagi sekolah daring, (Antara,18/4/2021).

Faktor tontonan juga bisa menjadi pemicu kekerasan pada anak. Tontonan yang mempertontonkan kekerasan fisik dan bullying banyak menginspirasi pelaku melakukan kekerasan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga pada webinar yang diselenggarakan oleh Lembaga Sensor Film RI dengan tema “Film dalam Perspektif Perlindungan Anak dan Hak Asasi Perempuan”, menyatakan film sangat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat termasuk kasus kekerasan kepada anak-anak.

Maka dari itu, sangat penting bagi produsen dan lembaga sensor film memahami hal ini, sehingga film yang dibuat diharapkan benar-benar dapat memberikan nilai-nilai positif atau ramah anak (kemenpppa.go.id).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here