Beranda Uncategorized Kenneth bantah bantuan kepada masyarakat sebagai pencitraan

Kenneth bantah bantuan kepada masyarakat sebagai pencitraan

15
0

Jakarta (ANTARA) – Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth membantah anggapan kalau  isu dirinya melakukan pencitraan atas komitmennya memberikan gaji bulanan berikut tunjangan sebagai legislator untuk membantu warga yang kesulitan.

Dia balik mempertanyakan apakah pihak yang mencibirnya itu tidak mengerti bahwa membantu sesama yang sedang kesusahan dan membutuhkan pertolongan adalah suatu hal yang wajar, terlebih ketika terpilih menjadi pejabat atau seorang tokoh, seharusnya lebih rajin lagi menolong masyarakat yang membutuhkan membutuhkan.

Ada sebagian orang menganggap yang saya lakukan aneh dan pencitraan. Terus terang saya melakukan hal ini secara ikhlas, saya tidak perduli orang lain mau ngomong apa. Ini tidak menjadi suatu beban bagi saya, ada suatu kesenangan dan kebahagiaan tersendiri di dalam hati saya jika dapat membantu orang lain. Terutama bagi orang yang tidak mampu dan membutuhkan bantuan tersebut, kata Kenneth di Jakarta, Jumat.

Selama ini Kent (sapaan akrab Kenneth) menjadi anggota DPRD kurang lebih dua tahun, dia sudah membantu memberikan kursi roda untuk yang membutuhkan sekitar 1000-an buah kursi roda.

Yang terbaru, Kent memberikan bantuan pada warga Jalan Duri Intan 1, RT 04/12, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat bernama Mujeni yang mengidap diabetes kronis sehingga satu kakinya harus diamputasi. Bahkan dirinya menggotong sendiri kursi roda yang akan diberikannya dengan menyusuri gang-gang kecil.

Kent pun berharap dengan bantuan kursi roda yang diberikan dapat membantu pihak keluarga untuk membawa Mujeni berjemur pada pagi hari, dan mudah-mudahan bisa menjadi suatu penghiburan agar Mujeni kembali mempunyai semangat untuk sembuh.

Saya membantu pak Mujeni karena ada yang lapor ke saya. Saya harap dengan bantuan ini, pak Mujeni mempunyai semangat kembali untuk sembuh dari penyakit diabetesnya yang sudah menahun dan kronis. Sebelum pamit pulang saya memberikan sedikit pengalaman yang saya tahu tentang penyakit diabetes ini, karena almarhumah Ibu saya juga terkena penyakit diabetes dan saya sempat merawatnya, ujar Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Lebih lanjut, Kent mengaku bahwa kegiatan-kegiatan tersebut dilakukannya sebelum menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dengan kerap membantu warga yang mengalami kesulitan.

Saya yakin bahwa hal tersebut akan menjadi amal ibadah dan tabungan bagi saya di kemudian hari, melakukan hal ini bagi saya bukanlah suatu hal yang memalukan, ucapnya.

Kent juga mengaku tak khawatir terkait dengan menafkahi keluarganya, jika semua gaji dan tunjangannya untuk kepentingan warga yang tak mampu. Pasalnya, ia mempunyai beberapa usaha untuk menghidupi keluarganya sebelum menjadi anggota dewan.

Kunci terpenting bahwa jadi pejabat itu harus sudah selesai dengan diri sendiri, jadi bisa lebih fokus dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, dan kebetulan saya juga mempunyai beberapa usaha yang sudah saya tekuni sebelum menjadi anggota dewan, kesimpulannya bahwa jadi anggota dewan ini lebih kepada pengabdian diri saja, ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDIP Jakarta itu.

Karenanya, Kent mengajak kepada seluruh elemen masyarakat walaupun di tengah pandemi COVID-19, untuk bisa lebih peduli kepada sesama, terutama bagi mereka yang terdampak akibat pandemi ini.

Kita harus bisa saling berbagi di tengah pandemi seperti saat ini, walaupun nilainya tak seberapa, yang terpenting bisa bermanfaat bagi yang menerimanya, tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

Kent menambahkan dengan adanya pandemi COVID-19, dirinya berharap masyarakat agar lebih waspada dan harus mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah terlebih kini sudah muncul varian Omicron, dengan penyebaran cepat.

Saya mengimbau kepada warga DKI Jakarta agar tetap melakukan protokol kesehatan COVID-19 secara disiplin di manapun berada. Penyebaran virus akan terhenti jika dari diri kita yang benar-benar disiplin terhadap diri sendiri dan orang lain. Jangan bosan dan malas dalam melakukan standar protokol kesehatan. Kita wajib bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri, dan orang lain, tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here